Lestarikan Sejarah, Pemkab Sukabumi Sosialisasikan Penyelenggaraan Nama Rupabumi

Sukabumi – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) pada 6 Januari 2021 telah menetapkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 2 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nama Rupabumi (PP PNR). Peraturan ini diterbitkan untuk melindungi kedaulatan dan keamanan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, melestarikan nilai-nilai budaya, sejarah, dan adat istiadat, serta mewujudkan tertib administrasi pemerintahan.

Salah satu prinsip utama nama rupabumi wajib menggunakan bahasa Indonesia. Meskipun bahasa daerah atau bahasa asing dapat digunakan apabila unsur rupabumi memiliki nilai sejarah, budaya, adat istiadat, dan/atau keagamaan. Selain itu, menggunakan abjad romawi dan menggunakan satu nama untuk satu unsur rupabumi.

Terkait hal itu Pemerintah Kabupaten ( Pemkab) Sukabumi baru-baru ini melakukan sosialisasi Penyelenggaraan Nama Unsur Rupabumi tahun 2021 di 5 Kecamatan yakni Kecamatan Gegerbitung, Cikembar, Kalapanunggal, Parakansalak dan Cicurug.

Pedoman pelaksanaan sosialisasi tersebut selain berdasarkan PP No.2 Tahun 2021 juga berdasarkan Peraturan Badan Informasi Geospasial No 6 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Nama Rupabumi dan Perbup No. 21 tahun 2016 tentang Pedoman Penamaan Bangunan Gedung Negara Berbasis Kearifan Lokal di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Nama rupabumi adalah nama yang diberikan terhadap unsur rupabumi seperti pulau, gunung, sungai, gedung, jalan dan lainnya.

Sosialisasi sudah dilaksanakan di 4 Kecamatan, terakhir dilaksanakan di Kecamatan Cicurug. Hadir sebagai narasumber dalam kesempatan itu Kabag Tata Pemerintahan, Kabid Kabudayaan Disbudpora, Dida Hudaya dari Yayasan Jelajah Sejarah Soekabumi dan Rangga Suria Danuningrat dari Sukabumi History.

Dida Hudaya yang juga Anggota Dewan Kebudayaan Kab. Sukabumi mengatakan bahwa rangkaian Sosialisasi Kesejarahan & rupabumi sudah selesai dilaksanakan.

” Semoga bisa lebih memberi pencerahan, dan terbukanya wawasan kesejarahan. Selain itu potensi yang ada bisa diangkat serta dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan pengetahuan serta peningkatan ekonomi masyarakat, kata Dida.

Dida berharap harapan edukasi kesejarahan bisa lebih meningkat dan di dukung semua pihak.

” Saya berharap segera terbitnya Perda Cagar Budaya Kab. Sukabumi serta terbentuknya TACB (Tenaga Ahli Cagar Budaya) Kab Sukabumi,” pungkasnya.# (La. Foto: Dok.Diskominfosan Kab.Sukabumi)

 

Related posts