Licik! Lewat WhatsApp, Israel Incar Warga Palestina untuk Diserang

Jakarta, GPriority.co.id – Israel nampaknya semakin membabi-buta dalam menyerang Palestina. Baru-baru ini, sebuah laporan mengungkapkan bahwa Israel menggunakan media WhatsApp untuk mengincar warga Palestina yang tak bersalah, untuk kemudian diserang. Mereka juga menggunakan sistem kecerdasan buatan manusia (AI) yang diberi nama ‘Lavender’.

Usut punya usut, ‘Lavender’ mampu mengidentifikasi target yang terkait dengan Hamas atau Jihad Islam Palestina. Berdasarkan data yang dilansir dari Arab News, setidaknya terdapat enam petugas intelijen Israel yang terlibat dalam proyek tersebut. Sontak, hal ini membuat warga dunia mengecam tindakan Israel.

Seorang insinyur perangkat lunak dan aktivis Paul Bigger, mengungkapkan bahwa orang asing yang berada dalam grup WhatsApp yang didalamnya juga terdapat tersangka militan (pihak Israel), maka dapat dengan mudah untuk diidentifikasi oleh Lavender.

Secara sadar atau tidak, Biggar mengatakan bahwa perusahaan induk WhatsApp, Meta, juga diduga ikut andil dalam operasi licik ini. Bigger juga menegaskan, Meta berpotensi melanggar hukum humaniter internasional dan komitmennya terhadap hak asasi manusia, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang klaim privasi dan enkripsi layanan pesan WhatsApp.

Baru-baru ini, Meta juga diam-diam memperkenalkan fitur baru di Instagram yang secara otomatis membatasi paparan pengguna terhadap konten yang dianggap “politis”. Sehingga diduga konten yang berisi pro-Palestina disensor secara otomatis.

Di bulan Februari lalu, The Guardian juga mengungkapkan bahwa Meta sedang mempertimbangkan perluasan kebijakan ujaran kebencian menjadi istilah “Zionis”.

Foto : Middle East Monitor