Lima Evaluasi Yang Akan dilakukan Pemkab Tana Tidung Untuk Memperoleh Peringkat BB SAKIP 2020

Bali,Gpriority-Dalam penyerahan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota Wilayah II yang diselenggarakan di Inaya Putri Bali Kawasan Wisata Nusa Dua Lot S-3 Benoa, Kabupaten Badung, Bali Kabupaten Tana Tidung meraih penghargaan atas prestasinya dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) dengan predikat B.

Penghargaan sendiri diberikan  oleh Deputi  Reformasi Birokrasi Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan,Muhammad Yusuf Ateh kepada Bupati Kabupaten Tana Tidung  Dr. HUndunsyah, MH.,M.Si.

“Evaluasi SAKIP kita mengalami kenaikan dari tahun 2017 ke 2018, 2017 dari C bisa meloncat menjadi B  di tahun 2018 tanpa menempuh CC. Tahun 2018 angka SAKIP kita menjadi 60 dan ditahun 2019 kita memperoleh angka  63,66 jadi ada kenaikan 3,66 poin. Dan angka tersebut mengantarkan KTT  di peringkat B. Di SAKIP 2020 yang akan digelar di tahun 2021, harus bisa meloncat sampai 7 poin sehingga bisa memposisikan KTT bisa meraih peringkat BB,” ujar Undunsyah.

Untuk mencapai peringkat BB di Sakip harus mencapai 70-80 nilainya namun kenyataannya masih ada 7 poin yang masih kurang. Untuk itulah KTT seperti dijelaskan Undunsyah akan melakukan  lima evaluas terkait dengan SAKIP. Yang pertama bagian masalah perencanaan kinerja kerja. “ Nah ini terutama dalam perencanaan strategis nilainya itu masih di 65,18, jadi perlu ada dorongan maksimal yang dilakukan sehingga bisa mendapatkan nilai 80. Terutama berupa dokumen perencanaan yang perlu kita evaluasi ulang yang menyesuaikan dengan RPJMD kita,” ucap Undunsyah.

 Kedua evaluasi pengukuran kinerja terutama dalam kualitas pengukuran. Undunsyah menargetkan harus 80  karena kemarin masih di angka 66. “” Di komponen kedua ini yang lebih ditingkatkan adalah implementasi pengukuran. Ini harus ada kesesuaian antara RPJMD dengan  Renja RKPD yang dilakukan oleh teman-teman OPD. Mudah-mudahan di tahun 2021 ini akan kita coba perbaiki karena nilanya masih 34,” Tambah Undunsyah.

ketiga , evaluasi pelaporan kinerja juga harus ada peningkatan. Dan setiap tahun Undunsyah mengatakan bahwa selalu ada peningkatan. “ Namun ada yang cukup membanggakan  di point ketiga ini yakni pemanfaatan  insfrastuktur kinerja yang bernlai 62.50 dan target kita mencapai 80,”  terang Undunsyah.

 Dibagian empat evaluasi internal yang dilakukan oleh teman-teman inspektorat. Seperti  pemenuhan evaluasi, kualitas evaluasi yang masih rendah baik dokumen, penanganan dan tindak lanjut, pemanfaatan evaluasi setelah melihat evaluasi permasalahan yang ada. Dan terakhir capaian evaluasi kinerja tidak tertata dengan baik sehingga nilai masih 48,98 “ Jadi perlu ada dorongan karena masih di angka 43,” kata Undunsyah.

 Di bagian terakhir adalah kinerja lain-lain yang dibilang  masih nol.  Untuk mengatasinya seperti dijelaskan Undunsyah ada beberapa inovasi yang akan diangkat menjadi sasaran kinerja lain-lain yang menjadi bagian dari program kerja di tahun 2020.

Undun berharap dengan meningkatnya evaluasi tersebut, target BB SAKIP 2020 bisa tercapai.(Hs.Foto:Riri)  

Related posts