Masyarakat Klungkung Terima Bantuan 5 Ton Beras dari Provinsi Bali

Klungkung,Gpriority- Pandemi Covid-19 disertai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Kabupaten Klungkung membuat masyarakat di Kabupaten yang berada di Provinsi Bali ini terkena dampaknya.

Hal ini pun disadari betul oleh Pemerintah Provinsi Bali. Dalam siaran pers yang dikirim secara tertulis oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Klungkung pada Senin (26/7/2021) Pemprov Bali mengirimkan bantuan sebanyak 5 ton beras kepada Pemerintah Kabupaten Klungkung. Bantuan tersebut diterima Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta dari Gubernur Bali, Wayan Koster di Gedung Gajah Jaya Sabha Denpasar.

Usai menerima bantuan, I Nyoman Suwirta mengucapkan terima kasih kepada ASN Pemprov Bali yang sudah membantu masyarakat Klungkung 5 ton beras. ” Saya hari ini langsung membagikan sesuai dengan sasaran yang sudah ditentukan,” ujar Bupati Suwirta.

Menurut Bupati Suwirta, sebanyak 1000 sak bantuan beras dari Pemprov Bali ini disalurkan untuk warga yang terdampak Covid-19, tetapi tidak pernah mendapatkan bantuan dan tidak masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Pemkab sebelumnya sudah mengumpulkan data-data sesuai dengan nama dan alamat atau by name by address. Bupati berharap bantuan ini bisa meringankan warga ditengah situasi seperti sekarang. “Saya berharap kepada desa agar bisa mendata warganya dengan baik dan detail,” harap Bupati Suwirta didampingi Kadis Sosial P3A Klungkung, I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya dan Kalak BPBD, Putu Widiada.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, apa yang dilakukan Pemprov Bali mungkin juga akan dilakukan di Kabupaten Klungkung. Donasi sukarela yang nantinya terkumpul akan digunakan untuk membeli beras atau bantuan lainnya bagi warga yang terdampak.

Sementara itu, Gusti Lanang Ardana (48) salah satu penerima bantuan 5 kilogram beras tersebut mengaku bersyukur mendapat bantuan ditengah situasi seperti sekarang. Mantan pegawai hotel asal Desa Selat, Kecamatan Klungkung ini mengaku selama ini belum pernah mendapat bantuan apapun. Ardana yang tinggal bersama ibu, istri dan dua orang anaknya kini hanya bekerja sebagai pembuat nasi tumpeng sesajen (penek) keperluan upacara. “Kemungkinan karena data saya tidak masuk. Jadi hari ini saya bersyukur mendapat bantuan meski hanya cukup untuk tiga hari kedepan,” tutupnya.(Hs.Foto.dok.Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Klungkung)

Related posts