Mengenal Sumur dan Parit Resapan Air Hujan

Musim penghujan selalu membuat khawatir masyarakat Indonesia. Ini disebabkan banjir yang terjadi di setiap daerah.

 Alasan itulah yang melatarbelakangi Kementerian PUPR memerintahkan masyarakt untuk membuat sumur dan parit resapan air hujan. Lantas apa sih yang dimaksud sumur dan parit resapan air hujan.

1.Sumur Resapan Air Hujan

Sumur resapan adalah sumur buatan manusia yang fungsi utamanya untuk memperluas area serapan air, terutama air hujan, guna melakukan konservasi pada tanah dan juga kandungan air di dalam tanah.

Area resapan air yang diperluas, diharapkan air hujan yang turun tidak lagi menggenang dan dapat ditampung masuk ke dalam sumur. Tujuannya adalah memperkecil peluang terjadinya banjir pada suatu area yang memiliki sumur resapan.

Metode sumur resapan atau lubang imbuhan sangat bermanfaat digunakan pada pemukiman yang berada di area pantai. Sumur resapan dapat mengurangi instrusi air laut dan mengurangi pencemaran air dan tanah.

Struktur sumur resapan berbeda dengan sumur yang digunakan untuk sumber air bersih pada umumnya, salah satu perbedaannya terletak pada lubang sumur. Pada lubang sumur untuk sumber air bersih, lubang sumur dirancang untuk meningkatkan elevasi air tanah ke permukaan.

Sedangkan sumur resapan memiliki struktur lubang yang dirancang sebaliknya, yaitu untuk membuat air dari luar terserap dengan baik ke dalam tanah. Selain itu, kedalam lubang resapan tidak sedalam sumur air minum.

b.Parit Resapan Air Hujan

Parit  resapan adalah parit yang dibuat pada aeral pertanian (sawah maupun tegalan) dan areal pekarangan. Dengan parit resapan ini maka air hujan yang jatuh di areal pertanian dan pekarangan sebagian atau seluruhnya dapat ditampung dan diresapkan ke dalam tanah. Air yang tertampung dapat dimanfaatkan pada akhir musim hujan.

Parit resapan pada areal pertanian dibuat menyesuaikan dengan kontur lahan, terutama untuk daerah-daerah yang relatif datar (kemiringan < 20%). Pada daerah dengan kemiringan terjal perlu dilakukan penelitian terlebih dahulu atau dikonsultasikan dengan ahli geologi. Parit resapan ini dapat sekaligus difungsikan untuk budidaya ikan sebagai tambahan penghasilan bagi petani dan sebagai pengendali populasi nyamuk.

Sedangkan pekarangan rumah, pada umumnya dibuat di samping atau belakang rumah, disesuaikan dengan kondisi rumah dan bentang alam yang ada. Dimensi parit resapan di belakang rumah dapat bervariasi sesuai dengan ketersediaan lahan.

Di sekeliling parit resapan perlu ditanami dengan tanaman-tanaman produktif, misalnya mangga, pepaya, dan lain-lain, dan bila perlu dibuat pagar pembatas demi menjaga  keamanan anak-anak. Parit resapan dapat dimanfaatkan untuk budidaya ikan sebagai tambahan penghasilan sekaligus mencegah perkembangbiakan nyamuk.(Hs.Foto.Istimewa)

Related posts