Mengulas Sejarah Seni Rupa Modern Indonesia

Bertepatan dengan bulan kemerdekaan Republik Indonesia, Galeri Nasional Indonesia (GNI) kembali menggelar Bicara Rupa Seri Sejarah Seni Rupa Modern Indonesia.

Berbeda dengan gelaran sebelumnya, untuk edisi ini,GNI menghadirkannya dengan format ceramah umum dengan tajuk “Seniman dan Revolusi Indonesia”.

Hadir sebagai pembawa materi dalam acara ini Aminudin TH Siregar (Pengajar di Seni Rupa ITB, Kandidat Doktor Sejarah Seni di Universitas Leiden Belanda). Menurut Aminudin, bicara Rupa Seri Sejarah Seni Rupa Modern Indonesia tentu saja tidak terlepas dari masa revolusi kemerdekaan Republik Indonesia sebagai periode krusial dalam sejarah nasional dan sejarah seni rupa modern kita. “Sekalipun sering ditulis dan diwacanakan dalam penulisan sejarah seni rupa modern Indonesia, gambaran jelas mengenai peran seniman di masa kemerdekaan Indonesia masih dilihat secara parsial,” Aminudin TH Siregar.

Menurutnya, historiografer seperti Claire Holt, misalnya, meninggalkan banyak ruang kosong sewaktu menarasikan kiprah seniman pasca proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Banyak peristiwa yang tidak tersambung antar satu dengan lainnya. Sehingga banyak ditemukan anggapan kurang akurat bahwa peran seniman di periode kemerdekaan dan revolusi terbatas sebagai pembuat poster atau pendiri sanggar-sanggar seni.

Lantas apa yang sebenarnya terjadi sebelum dan pasca 17 Agustus 1945? Peristiwa-peristiwa apa saja yang belum terungkap? Mengapa periode revolusi penting dalam historiografi seni rupa modern Indonesia? Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan dijawab secara lengkap dalam program ini, dengan dipandu oleh moderator Bayu Genia Krishbie (Kurator Galeri Nasional Indonesia).

Kepala Galeri Nasional Indonesia Pustanto berharap program ini dapat menjadi media informasi, edukasi, sekaligus referensi untuk melengkapi narasi sejarah seni rupa modern Indonesia. “Perlu diingat, sejarah seni rupa modern Indonesia juga merupakan bagian dari sejarah bangsa Indonesia. Namun masih belum banyak literatur yang mencantumkan peran seni rupa dalam perjalanan bangsa ini” ungkapnya. “Dengan mengulas peran seniman di masa kemerdekaan Indonesia, maka hal ini juga berarti sebuah penegasan dan juga apresiasi bagi para seniman Indonesia terhadap perannya dalam membentuk bangsa ini,” lanjut Pustanto.

Pustanto berharap dengan adanya gelaran acara ini masyarakat Indonesia bisa lebih memahami lagi mengenai sejarah seni rupa modern di Indonesia.(Hs.Foto.dok.GNI)

Related posts