Olahraga Tradisional Bisa Menjadi Budaya di Kota Tangerang

Tangerangkota-Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORKOT) yang ke-4 kembali digelar di Lapangan Sepakbola Sukun, Tangerang pada Minggu (24/3).

Acara yang merupakan kerjasama antara Pemerintah Kota Tangerang dengan Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kota Tangerang digelar untuk menjadi sarana bagi pelajar ataupun masyarakat agar dapat berolahraga serta beraktivitas bersama-sama sekaligus sebagai upaya untuk memperkenalkan permainan tradisional kepada generasi muda Kota Tangerang.

Wali Kota Tangerang H. Arief R. Wismansyah didampingi Wakil Wali Kota H. Sachrudin hadir pada pembukaan ajang tahunan yang diikuti tidak kurang dari 600 peserta yang terhimpun dari pelajar mulai tingkat SD,SMP,SMA hingga masyarakat umum.

Dalam arahannya, Wali Kota mengungkapkan, “Di tengah budaya gadget yang semakin tinggi, anak – anak harus diperkenalkan dengan permainan tradisional yang menjadi budaya bangsa Indonesia. Dengan permainan tradisional akan membuat anak – anak bisa saling berinteraksi dan memiliki pergaulan yang lebih luas.”

Untuk itu, lanjut Arief, dirinya mengharapkan agar para orang tua dapat mendorong anak – anaknya agar dapat bersosialisasi melalui permainan dan olahraga tradisional. “Sekarang kan anak – anak olahraganya main game online di gadget, jadi cuma jempolnya aja yang olahraga,” canda Arief.

Marsudi Haryoputro selaku Ketua FORMI Kota Tangerang menjelaskan, kegiatan FORKOT ke-4 ini digelar sebagai upaya untuk mencari bibit atlet berprestasi yang nantinya akan mengikuti FORKOT tingkat provinsi Banten pada bulan Mei 2019.

“Kami juga mempersiapkan peserta yang terpilih untuk mengikuti FORNAS yang akan berlangsung di Kalimantan pada bulan November nanti,” pungkas Marsudi.

Sebagai informasi, Forkot ke 4 tahun 2019 ini berlangsung mulai tanggal 23 hingga 24 Maret 2019 dengan mempertandingkan tiga kategori antara lain olahraga kesehatan dan kebugaran, olahraga tradisional budaya serta olahraga petualangan dan tantangan.

Dalam kesempatan tersebut, diperkenalkan pula berbagai olahraga dan permainan tradisional seperti engrang, ketapel, sumpit, lari batok. Selain permainan tradisional, ajang tersebut juga melombakan olahraga ekstrem seperti BMX dan skateboard.(Hs)

Related posts