Pasca Idul Fitri Volume Sampah di Tarakan Capai 196 Ton

GPRIORITY, TARAKAN – Pasca Idul Fitri 1442, volume sampah di TPA Hake Babu Kota Tarakan mengalami peningkatan hingga 10 persen dari hari biasanya.

Kepala UPT TPA Hake Babu Tarakan, Abdul Muin mengatakan, sebelum Idul Fitri, terjadi kenaikan namun tidak begitu signifikan.

Hal itu disebabkan, selama Ramadan pola konsumsi masyarakat banyak berubah.

“Biasanya masak sendiri, lalu beli di luar. Sehingga ada sampah kemasan. Itu yang membuat banyak sampah dihasilkan. Karena kecenderungan masyarakat ingin praktis,” terang Abdul Muin, Minggu (23/05/2021).

Menurut Abdul Muin, rata-rata kemasannya plastik. Meski begitu, dia mengaku kenaikannya tidak terlalu banyak.

Sebelum Ramadan, per harinya bisa tembus 135 ton rata rata. Setelah Ramadan tembus 140 ton per hari.

Namun, hari pertama Idul Fitri, jumlah sampah yang diangkut ke TPA normal sama seperti tahun lalu.

“Memang di Idul Fitri tidak semua kendaraan beroperasi karena petugas juga sedang merayakan Idul Fitri. Sebagian ada yang lebaran. Di hari kedua itu mereka baru bergerak. Sehingga sebenarnya sampah di hari pertama yang harusnya diangkut malah menumpuk di hari kedua,” kata Abdul Muin.

Lebih lanjut ia mengatakan, hari pertama Idul Fitri tercatat tak sampai 100 ton yang masuk ke TPA. Hari kedua baru melonjak dan puncaknya pada hari ketiga.

“Karena tertunda aja. Penambahan tidak signifikan ini karena pola pengangkutan sedikit berubah. Biasanya setiap hari diangkut,” imbuhnya.

Begitu juga dari Depo Transfer dan KSM. Biasanya digunakan hari kedua baru dilakukan pengambilan sampah. Sehingga akumulasi sampah hari pertama dan kedua melonjak.

“Puncak hari ketiga itu sekitar pertama 200 ton masuk sampahnya. Hari selanjutnya normal seperti biasa,” ucapnya.

Selain itu, kondisi daya tampung sampah di TPA saat ini sekitar dua tahun mengalami overload. Jika melihat ketinggian tumpukan sampah sidah tidak standar lagi.

“Sementara lahan tidak siap. Cara mengakali dengan mencari space yang masih bisa diletakkan. Kami khawatirkan menumpuk dan berbahaya,” tuturnya.

Apalagi setiap hari produksi sampah bertambah. Dan imbasnya lahan setiap hari semakin menyempit.

“Ini yang kami lagi pikirkan apakah ada perluasan TPA atau pemindahan TPA,” ujarnya.

Adapun luas keseluruhan TPA total 3,5 hektare. Namun yang digunakan untuk meletakkan sampah seluas 2 hektare.

“Semua sudah terisi hanya sekarang tinggal terisi ke atas. Mau sampai kapan ini kami juga tidak tahu,” jelasnya.

Dikhawatirkan ketika semakin menumpuk, selain secara estetika tidak bagus juga mengganggu lingkungan masyarakat. Ditambah lagi terjadi longsor dan membahayakan petugas.

Adapun peralatan saat ini lanjutnya, TPA Hakr Babu sudah memiliki dua ekskavator. Satu unit pegadaan baru, satu unit yang lama pernah rusak dan sudah diperbaiki.

“Dulu kami sering mengeluhkan alat. Sekarang tidak lagi. Hanya normalnya harusnya tiga. Supaya ada cadangan satu. Jadi dipakai gantian ketika ada rusak, cadangan bisa dioperasikan,” pungkasnya.

Berdasarkan data lanjutnya, untuk hari pertama Idul Fitri total sampah masuk ke TPA sekitar 55 ton. Hari kedua sekitar 140 ton. Pada hari ketiga puncaknya mencapai 196,8 ton.

“Sama juga kalau hari Minggu biasanya yang masuk sedikit karena petugas kita yang Kristiani lagi ibadah. Nanti melonjak di hari Senin,” tutupnya. (FBI)

Related posts