Pelukis Lukman Van Goh Terilhami Nasirun

Awalnya coba-coba, tetapi lama-kelamaan menjadi suka dan sekarang menjadi pelukis terkenal. Itulah kalimat pembuka dari Lukman, ketika penulis menghampirinya di Rumah Seni Sidoarum Rumah Seni Pelukis Nasirun di Krapyak Sidoarum Godean Sleman.

“ Ketika saya disuruh menunggu rumah di Yogyakarta oleh paman saya yang juga pelukis ternama Nasirun, saya melihat kok  cari uang gampang banget ya, hanya dengan menggambar, bisa mendapatkan uang, tutur Lukman.  

Kejadian itulah yang mengilhami Lukman untuk menjadi pelukis. Namun dia masih belum berani mengutarakannya kepada Nasirun. Untunglah di saat datang ke Sokaraja, Cilacap, Nasirun menanyakan bakat yang dimiliki Lukman. Lukman mengatakan ingin menjadi pelukis. Oleh Nasirun Lukman disekolahkan di sekolah Menengah Seni rupa( SMSR) Yogyakarta pada tahun 2000.

Selama satu bulan, Lukman diajarkan membuat gambar-gambar bentuk,objek-objek bentuk seperti kain, gelas dan lain sebagainya.” Waktu satu bulan tersebut saya masih menggunakan kertas sebagai bahan membuat lukisan,” kata Lukman.

Meskipun diajarkan gambar bentuk dan objek, namun yang sering terlintas adalah gambar wayang. Keinginan kuat menggambar wayang menurut Lukman karena  seringnya melihat Nasirun menggambar wayang.

Keinginan kuat Lukman untuk membuat lukisan wayang membuat dirinya memberanikan diri untuk membuat wayang  seperti Nasirun. Hasilnya lukisan wayangnya bagus dan hampir mirip dengan Nasirun sehingga mendapat pujian dari kolega Nasirun ketika berkunjung ke studionya.

“ Bahkan ada yang bilang kok lukisannya mirip pak Nasirun, Yo wes (ya sudah) saya beli,” kenang Lukman.

Mendapat pujian dari kolega Nasirun, tidak membuat Lukman berhenti belajar. Pujian tersebut menurut Lukman justru membuatnya bertambah semangat untuk terus belajar melukis.

Di tahun 2016, Lukman yang beraliran realis memilih pindah ke abstrak. Dan sama dengan lukisan realisnya, lukisan abstrak yang dibuat lukman mendapat pujian dari pecinta seni lukis. Tak ayal banyak pecinta seni yang membeli lukisan yang dibuatnya.

Tiap tahun mengikuti pameran bersama

Sebagai pelukis mengikut sertakan lukisan ke dalam pameran, wajib hukumnya. Pasalnya mampu membuat lukisannya menjadi dikenal orang. Hal inilah yang disadari dengan baik oleh Lukman. Untuk itulah ketika diajak oleh temanya mengikuti pameran bersama di tahun 2010, ia mengiyakan. Tidak hanya satu pameran yang diikuti,melainkan 6 pameran.

Tahun 2011, lukman kembali mengikuti pameran bersama. Begitu pula di tahun 2012 hingga saat ini.

Terkait dengan pameran tunggal, Lukman mengatakan baru satu kali yakni di tahun 2014 tepatnya di Selly Coffe Prawirotaman Yogyakarta.

Meskipun hanya sekali, Lukman mengaku bahagia, karena  di pameran tersebut banyak sekali pecinta seni lukis yang hadir dan membeli karyanya.(Hs.Foto:Agung)

Related posts