Perayaan Maulid Nabi di Pohuwato Diperbolehkan, Bupati Syarif Mbuinga: Syaratnya Perhatikan Protokol Kesehatan

Setiap tanggal 12 rabiul awal, umat islam di seluruh dunia merayakan hari kelahiran nabi Muhammad SAW dengan menggelar peringatan Maulid Nabi.

“Peringatan tersebut bagi umat muslim adalah penghormatan dan pengingat kebesaran dan keteladanan Nabi Muhammad SAW dengan berbagai bentuk kegiatan budaya, ritual dan keagaamaan,” ucap Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga saat memberikan sambutan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriah di Masjid Agung Baiturrahim Pohuwato pada Rabu (28/10/2020).

Bupati Syarif dalam sambutannya juga menyampaikan penghargaan yang se tulus – tulusnya dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh unsur masyarakat yang telah mengambil peran dan bagian di bidang keagamaan, sehingga di tengah pandemi ini peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pohuwato masih bisa dijalankan. “ Seperti yang sama-sama kita ketahui, hingga saat ini Covid-19 masih melanda Indonesia. Untuk itulah sebelum mengambil keputusan membolehkan atau tidak peringatan Maulid Nabi di tingkat RT hingga kecamatan, saya segera melakukan rembukan dengan beberapa pihak terkait termasuk Satgas Covid-19. Hasilnya, mereka mengijinkan, syaratnya harus tetap mematuhi protokol kesehatan,” jelas Syarif Mbuinga.

Di akhir sambutan, Bupati Syarif mengajak kepada jamaah yang hadir untuk sama-sama berdoa, agar virus Corona di Pohuwato dan daerah lainnya segera hilang. Bupati Syarif juga mengatakan,” Bahwa pelaksanaan Maulid Nabi ini merupakan pengabdian terakhir saya dan Pak Amin Haras sebagai Bupati dan Wakil Bupati, oleh sebab itu dalam momentum yang sangat baik ini, Ijinkan kami secara Khusus menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Pohuwato tercinta,mana kala di dalam Pemerintahan kami ada hal – hal yang kurang berkenan pada Bapak dan Ibu sekali lagi kami memohonkan ma’af yang se besar – besarnya.”(Hs.Foto.dok.Humas Pohuwato) 

Related posts