Perdagangan dan Akses Transportasi 3 Negara Jadi Tujuan Utama Kaltara

Penulis: Aflaha Rizal Bahtiar | Editor: Dimas A Putra | Foto: DPMPTSP Kaltara

Jakarta, GPriority.co.id – Dalam acara Forum ASEAN BAC, Jakarta, pada Selasa (5/9), Gubernur Kaltara Drs. H. Zainal A. Paliwang memaparkan beberapa isu yang diangkat. 

Salah satunya adalah perdagangan, pembangunan infrastruktur trans borneo dan pengembangan Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) yang terdapat di Kabupaten Bulungan. 

Dalam paparan yang disampaikan, juga dilakukan upaya reduced emission, deforestation and degradation, dan manajemen penggunaan lahan (REDD+) melalui Heart of Borneo seluas 1,2 juta Ha di Kabupaten Malinau. 

Gubernur Kaltara itu mengatakan, isu perdagangan menjadi salah satu yang penting lantaran provinsi ke 34 ini telah melakukan kegiatan perdagangan melalui ekspor lahan pertanian.

“Ini selalu kita lakukan sejak dulu. Kita harapkan perdagangan di Kaltara mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi bersama dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya dalam keterangan. 

Selain itu, akses transportasi juga dibuka untuk menghubungkan tiga negara. Antara lain Indonesia (Kalimantan Utara), Malaysia, dan Brunei Darussalam. 

Hal itu bertujuan guna menghubungkan tiga negara yang berbatasan langsung di pulau Kalimantan agar terciptanya hubungan yang baik dan terus meningkatkan aktivitas perekonomian di perbatasan. 

Jalur trans ini terdapat di tiga lokasi, yaitu Malinau, Lawas, dan Temburong (Malate). 

Ada empat lokasi pembukaan jalan ke perbatasan dari Kaltara ke Malaysia, antara lain:

1. Malinau Long Bawan – Kota Malay Lawas- Sarawak- Berunai. 

2. Malinau Lumbis Hulu – Kota Malay Kedingau – Kota Kinabalu- Sabah. 

3. Malinau Apo Kayan Long Nawang – Kota Malay Sibu – Sarawak.

4. Malinau Simanggaris Serudong – Kota Malay Sandakan Sabah

Gubernur Kaltara tersebut mengatakan, mengenai isu kegiatan ekonomi di perbatasan berharap adanya pengaturan kegiatan perdagangan lintas yang saling menguntungkan. 

Antara lain perbaikan infrastruktur jalan penghubung perbatasan, dan penibgkatan investasi di kawasan industri melalui FDI.

Upaya kedepan antara indinesia dan Malaysia akan dibangun komunitas ekonomi perbatasan (BEC) yang akan dilauncing pada november 2023 di pontianak. Di dukung dengan dagang Borneo melalui sistem aplikasi digital. Ini untuk memudahkan perdagangan di perbatasan dan meningkatkan pertumbuhan ekonominya. 

Bentuk Borneo Economic Community

Untuk membentuk kerja sama ekonomi, dalam Forum Sepakati Kerjsama Private Sector di Kalimantan, Sabah, Sarawak, Labuan, dan Brunei Darusallam, dibentuk Borneo Economic Community (BEC).

Diketahui, perpindahan ibukota negara ke Kalimantan merupakan hal yang tidak bisa diabaikan oleh pemerintah daerah di sekitarnya, termasuk Provinsi Kaltara yang memiliki banyak potensi besar untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat. 

Gubernur Kaltara mengapresiasi atas kerja sama tersebut. Hal itu dikatakan akan membawa manfaat banyak bagi masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, mudah-mudahan membawa kemakmuran dan kemajuan khususnya di wilayah Pulau Kalimantan,” ucap Gubernur Kaltara. 

Tidak hanya berhenti di momen KTT ASEAN, kerjasama ini akan segera dilanjutkan bersama pemangku kepentingan lainnya pada bulan November di Pontianak mendatang, sebagai wujud keseriusan dalam pembangunan ekonomi di Pulau Kalimantan.