Perpusnas Terkena Refocusing, Komisi X Sarankan Perpusnas Menggunakan Online

Jakarta,gpriority-Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2020 tentang perubahan postur dan rincian APBN tahun 2020 serta surat Menteri Keuangan 15 April 2020 tentang langkah-langkah penyesuaian belanja kementerian atau lembaga tahun 2020.Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia dipotong anggarannya sebesar Rp 204.215.912 atau sekitar 30,9%.

Hal itu diungkapkan Kepala Perpusnas RI, Muhammad Syarif Bando dalam rapat bersama Komisi X DPR RI terkait refocusing anggaran penanganan Covid-19 yang digelar secara virtual .

Muhammad Syarif Bando mengatakan pemangkasan anggaran ini memang menghambat sejumlah program prioritas yang sudah disusun, termasuk didalamnya membangun aplikasi dan Big Data. “Ini memerlukan biaya yang besar,” tambah Syarif Bando.

Bahkan, Perpusnas sudah meneken MOU kepada 1.000 rektor perguruan tinggi dimana semuanya menginginkan agar konten digital segera dikirimkan. Sedangkan untuk pengayaan koleksi populer yang menyasar milenial dan remaja, Perpusnas dalam waktu dekat akan menyanggupi.

Refocusing anggaran yang menimpa Perpusnas mengundang keprihatinan anggota Komisi X DPR-RI Sofyan Tan. Sofyan Tan mengaku prihatin terhadap pemotongan anggaran sebesar 19,1 persen, yakni dari Rp 658,997 miliar dipotong menjadi Rp 106,552 miliar, yang dialami oleh Perpustakaan Nasional oleh Kementerian Keuangan. Menurutnya, anggaran Perpusnas sangat sedikit, tapi masih harus dipotong.

“Kami sangat prihatin. Padahal sebagaimana kita tahu, justru di saat mewabahnya Covid-19 ini, dimana kita diwajibkan di rumah saja atau stay at home, justru seharusnya Perpusnas bisa menjadi salah satu penangkal agar orang menjadi lebih nyaman berada di rumah,” ujar Sofyan.

Politisi Partai PDI-Perjuangan ini memberikan apresiasi kepada Perpusnas yang begitu cepat melakukan adaptasi. “Karena sesungguhnya inilah saatnya Perpusnas menunjukan program Perpusnas online/digital yang mulai dikembangkannya. Dengan kata lain, saat inilah kesempatan perpusnas untuk publikasi. Pasalnya, dengan penduduk hampir 227 juta jiwa, dan tingkat orang terpelajar yang meningkat, maka jumlah pembaca, sejatinya meningkat bukan hanya sebesar 130 persen. Melainkan bisa mencapai 1000 persen,” ucap Sofyan.

Sofyan juga mengusulkan untuk mengadakan sayembara mengarang dengan hadiah.

” Intinya, saya dan Anggota Komisi X DPR RI mendukung penuh realokasi anggaran dan refocusing anggaran Perpusnas untuk membantu penanganan Covid-19,” tegas Sofyan.

Hal senada juga diungkapkan anggota Komisi X lainnya Andreas Hugo. Ia mengatakan, di saat pandemi banyak sekali anggaran Kementerian dan Lembaga yang dipangkas, tetapi untuk perpusnas kasusnya beda karena harus juga memikirkan aspek pembangunan bagi kecerdasan bangsa.

Untuk itulah beliau menyarankan agar perpusnas memperkenalkan aplikasi iPusnas kepada semua sekolah dan orang tua murid yang ada di Indonesia sebab hingga saat ini masih banyak yang belum mengenalnya.

Andreas Hugo juga menyarankan agar Perpusnas juga melakukan penguatan pada jaringan internet dan layanan berbasis media sosial dengan lebih fleksibel, sehingga online perpusnas bisa dibuka semua orang.

Tidak hanya itu pustakawan pun diminta agar lebih produktif menggunakan media sosial, seperti youtube, IG, Facebook dan Twitter mengulas tokoh publik dan politisi dari berbagai sudut pandang dan tema yang bervariasi.(Hs)

Related posts