Program Kota Tanpa Kumuh untuk 7 Desa di Sumenep

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan merealisasikan Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) kepada 7 desa yang tersebar di 3 kecamatan di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Program Kotaku dilakukan untuk mempercepat penanganan pemukiman kumuh dan mendukung gerakan 100 persen akses air minum layak, nol persen permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi saat Workshop Kotaku secara daring melalui zoom meeting, Kamis (14/10/21), mengatakan kegiatan di tahun 2021 ini menekankan pada padat karya tunai atau cash for work.

“Kegiatan pada tahun ini lebih menekankan pada padat karya tunai atau cash for work yang lebih mengutamakan penyerapan tenaga kerja dibanding bahan material yang digunakan untuk membantu ekonomi masyarakat,” katanya.

Adapun 7 desa tersebut diantaranya yaitu Kecamatan/kota dilaksanakan di Desa Kebunan, Kacongan, Marengan Daya, Pabian dan Pamolokan, Kecamatan Kalianget di Desa Kalianget Timur, dan Kecamatan Ambunten di Desa Ambunten Timur

Bupati menyebutkan sumber dana program Kotaku yaitu dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2021.

Bupati menyatakan, program ini harus sukses sehingga memerlukan upaya kolaborasi dalam pencapaian pemenuhan infrastruktur dasar, baik dari tingkat kecamatan, desa maupun masyarakat. Dirinya menekankan pihak terkait melakukan monitoring dan evaluasi secara terus menerus mulai awal hingga akhir pekerjaannya.

“Selain itu, saya berharap pasca pekerjaan selesai ada kepedulian masyarakat dan stakeholder terkait untuk merawat dan memelihara infrastruktur yang sudah dibangun agar berfungsi dan bermanfaat,” pungkasnya. (Dw.foto.dok.Humas Sumenep)

Related posts