Rehabilitasi Mangrove di Teluk Lengung Kabil Batam

Ekosistem menawan dari hutan mangrove menjadi daya tarik sendiri bagi daerah pesisir di Indonesia, termasuk daerah di Teluk Lengung Kabil, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Melalui postingan instagram Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Minggu (05/09/2021) terlihat ada kegiatan rehabilitasi mangrove di Teluk Lengung Kabil

“Ini merupakan kegiatan rehabilitasi mangrove di Teluk Lenggung Kabil, Batam. Rehabilitasi ini diharapkan dapat membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus merawat dan memperbanyak ekosistem mangrove di seluruh daerah pesisir Indonesia,” tulisnya.

Berdasarkan informasi dari web Kementerian LHK, Peraturan Menteri Kehutanan No.03/MENHUT-V/2004 menyebutkan bahwa Rehabilitasi hutan mangrove adalah upaya mengembalikan fungsi hutan mangrove yang mengalami degradasi, kepada kondisi yang dianggap baik dan mampu mengemban fungsi ekologis dan ekonomis.

Rehabilitasi ini juga merupakan bagian dari sistem pengelolaan hutan mangrove bagian integral dari pengelolaan kawasan pesisir secara terpadu ditempatkan pada kerangka Daerah Aliran Sungai (DAS) sebagai unit manajemen.

Hutan mangrove sendiri merupakan komunitas vegetasi pantai tropis yang didominasi oleh beberapa jenis pohon yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut dan pantai berlumpur. Hutan ini membawa dampak yang baik bagi daerah estuaria (perairan muara sungai semi tertutup yang berhubungan bebas dengan laut), maupun bagi manusia yang bermukim di sekitar pesisir.

Rehabilitasi hutan mangrove dilaksanakan untuk memulihkan dan meningkatkan fungsi lindung, fungsi pelestarian dan fungsi produksi. Selian itu juga untuk memulihkan atau memperbaiki kualitas tegakan yang sudah rusak serta mempertahankannya.

Disamping itu, manfaat hutan mangrove adalah melindungi pantai dari abrasi, sebagai tempat mencari makan dan berlindung bagi organisme laut maupun darat. Adapun manfaat hutan mangrove bagi manusia adalah sebagai bahan baku untuk bahan bakar, sebagai bahan makanan alternatif, dan sebagainya.

Diadakan upaya perbaikan dan pemulihan atau rehabilitasi adalah agar mangrove yang ada sekarang tidak semakin berkurang demi masa depan generasi selanjutnya. Sebab seiring berkembangnya zaman, banyak orang yang bermukim di daerah pesisir memanfaatkan lahan mangrove sebagai lahan pemukiman dengan menebang hutan mangrove dan mengekploitasi secara besar-besaran, sehingga hutan mangrove semakin berkurang. (Dwi.foto.dok. KLHK Kepri)

Related posts