Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Banjir Jabodetabek dibentuk Ditjen Penyediaan Perumahan

Jakarta,Gpriority-Untuk melakukan pendataan dan membantu masyarakat serta  pegawai di lingkungan Ditjen Penyediaan perumahan Kementerian PUPR yang terkena dampak banjir,Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan kementerian pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membentuk Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Banjir Jabodetabek.

Dijelaskan Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis (2/1/2020), Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Banjir Jabodetabek ditugaskan untuk membantu masyarakat dan juga pegawai di lingkungan Ditjen Penyediaan perumahan Kementerian PUPR yang terdampak bencana banjir di wilayah Jabodetabek. Tidak  hanya itu Tugas TRC juga mendata seluruh rumah yang terdampak banjir di wilayah Jabodetabek dan berkoordinasi dengan Pusat Komando Penanggulangan Bencana Alam Kementerian PUPR.

Menurut Khalawi, adanya intensitas hujan yang cukup tinggi pada awal tahun baru 2020  tersebut memang membuat sejumlah wilayah di Jabodetabek terdampak banjir yang cukup parah. Hal itu menimpa sejumlah rumah pegawai di lingkungan Ditjen penyediaan Perumahan sehingga membuat tempat tinggalnya kebanjiran.

Pada pelaksanaan di lapangan, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Banjir Jabodetabek tersebut tidak hanya bertugas melakukan pendataan saja, tapi juga menyalurkan bantuan logistik seperti makanan, air mineral serta kebutuhan pasca banjir.Pihaknya berharap adanya bantuan tersebut dapat meringankan beban para korban banjir tersebut.

“Kami telah menetapkan Sekretaris Ditjen Penyediaan Perumahan sebagai Ketua Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Banjir Jabodetabek ini. Selain itu, kami juga menugaskan sejumlah pejabat di lingkungan Ditjen Penyediaan Perumahan untuk terjun langsung ke lapangan guna membantu para pegawai dan masyarakat yang terdampak banjir. Sebanyak 70 pegawai Ditjen Penyediaan Perumahan juga terdampak banjir ini,” terangnya.

Guna pembagian tugas di lapangan, imbuh Khalawi, pihaknya membagi penanganan menjadi lima wilayah yakni Tim Logistik I (Jakarta Timur dan Jakarta Pusat), Tim Logistik II (Jakarta Selatan, Barat, dan Utara), Tim Logistik III (Tangerang dan Tangsel), Tim Logistik IV (Bekasi), Tim Logistik V (Depok dan Bogor)

“Kami berharap masyarakat dan pegawai Ditjen Penyediaan Perumahan tetap mengantisipasi adanya hujan lebat yang di prediksi turun hingga pertengahan bulan Januari. Selain itu, bagi masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai juga harus tetap waspada dan mematikan aliran listrik  serta mengungsi ke tempat yang aman jika banjir melanda,” harapnya.

Sementara itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam arahannya menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dari BNPB hujan dengan intensitas air yang tinggi puncaknya diperkirakan terjadi pada tanggal 11 – 15 Januari 2020 mendatang hingga Maret 2020. “Kita harus tergerak untuk ikut menangani banjir di Jabodetabek, karena apabila kita tidak tergerak maka saya pastikan ada yang keliru pada Insan PUPR” imbuhnya.

Menteri PUPR juga menugaskan sekitar 300 insan muda PUPR termasuk para CPNS untuk terjun langsung ke lapangan selama dua hari untuk melakukan pendataan di lapangan. Hasil pendataan tersebut nantinya  akan  dievaluasi guna penanganan lebih lanjut.

“Keluarga besar Kementerian PUPR akan bekerja sama untuk menangani secara cepat bencana banjir ini. Setiap regu dari unit kerja yang ada akan dibagi pada beberapa titik yang menjadi pusat banjir yang diatasi langsung oleh masing – masing Ketua Korwil dan dikomandani oleh Direktur SDA. Tetap utamakan keselamatan dalam mengidentifikasi dan membantu orang yang terkena dampak banjir ini,” tutupnya.(Hs)

Related posts