Virus Corona Meningkat, Jumlah Wisatawan Berkunjung Ke Indonesia Menurun

Jakarta,Gpriority-Wabah virus corona kian hari kian bertambah, bukan hanya menyerang sistem kesehatan manusia yang menelan korban jiwa, wabah ini juga berdampak pada sektor perekonomian negara seperti sektor pariwisata. Beberapa negara mulai membatasi perjalanan ke Indonesia termasuk China.

Seperti sudah kita ketahui bersama ang China berkontribusi dalam penambahan devisa negara dengan nilai yang cukup besar mencapai 1,2 – 1,5 miliar dollar AS. Kerugian tersebut bisa saja meningkat lantaran tidak adalagi penerbangan dari dan ke China sejak di berhentikan sementara beberapa hari yang lalu.

Salah satu sektor pariwisata yang sangat berdampak akibat adanya virus Covid-19 ini adalah Bali, yang berpotensi kehilangan pendapatannya sebesar Rp. 140 miliar per bulan dengan rata-rata kedatangan turis asing yang berasal dari China mencapai 100.000 orang per bulan dan pengeluaran perhari sebesar 1,4 juta. Objek wisata seperti Monumen Perjuangan Bajra Sandhi Reno yang biasanya ramai dijadikan spot foto prewedding dari China kini sepi, dan hanya dikunjungi wisatawan domestik dari pelajar sekolah yang berlibur ke Pulau Dewata. Selain tempat wisata, banyak hotel yang terpaksa dibatalkan oleh wisawatwan yang ingin berlibur di Bali.

Dilansir dari Tempo, menurut Kepala Dinas Pariwisata Bali Putu Aswata mengatakan dampak negatif lainnya adalah turunnya penggunaan hotel saat musim sepi atau low season sebesar 10 sampai 15 persen, biasanya tingkat hunian saat low season mencapai 65 persen. Berdasarkan pantuan dari Aswata saat ini turis China yang membatalkan kuncungannya ke Bali ada diposisi 20.000 sampai 25.000 orang. Salah satu tempat wisata di Bali yang sering dikunjungi wisatawan mancanegara adalah di kawasan Kuta, Tanah Lot, Ubud, Pantai Pandawa, Ulundanu, wisata air Nusa Peninda, dan masih banyak lagi. Sekedar informasi, jumlah wisatawan China yang datang ke Bali merupakan yang terbesar kedua mencapai 18,2 persen dari total jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia.

Selain Bali, walaupun tidak signifikan dampak virus corona juga terasa di Yogyakarta, kedatangan wisatawan mancanegara pun saat ini dirasakan mulai berkurang. Pasalnya turis asing yang ingin berlibur ke Yogya masuk melalui Singapura dan Malaysia, sedangkan negara Singapura sendiri sudah menaikan status travel warning dari kuning menjadi oranye karena virus corona. Hal ini bisa dirasakan juga di tempat penginapan, adanya pembatalan dan penundaan pemesan hotel, berdasarkan data dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Yogyakarta, pembatal pemesanan kamar hotel mencapai 2 persen. Pembatalan juga sudah termasuk paket perjalan wisata. Pembatalan tersebut bukan hanya dari wisatawan yang berasai dari negeri Tirai Bambu saja, melainkan juga dari negara Eropa dan Asia. Walaupun saat ini masih dalam keadaan masa sepi atau low season (Januari-Maret), namun dikhawatirkan akan berlarut dan berdampak lebih besar untuk musim-musim berikutnya. Selain memiliki beragam destinasi wisata yang baik, Yogyakarta juga menjadi salah satu tempat yang cocok untuk kegiatan pertemuan, perjalan insentif, konferensi, dan pameran baik oleh instansi pemerintahan maupun swasta.

Terkait dampak negatif dari virus corona ini, Pemerintah Pusat pastinya sudah mengeluarkan kebijakan yang tepat dalam membantu pemulihan pariwisata dan perekonomian.(Dwi)

Related posts