Wujudkan Pembangunan Perumahan yang Optimal, Efisien dan Cepat di Kalimantan

Kalteng,Gpriority-Dalam rangka  upaya pemerintah mewujudkan pembangunan perumahan rakyat yang optimal, efektif efesien, maksimal dan cepat serta memantau, melakukan pengendalian dan percepatan terhadap pelaksanaan kegiatan Direktorat Jenderal Perumahan khususnya di Wilayah Pulau Kalimantan,Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan Direktorat Jenderal Perumahan Tahun Anggaran 2021 Wilayah Pulau Kalimantan di Hotel M Bahalap Palangkaraya Kalimantan Tengah dengan mengikuti protokol kesehatan.

Rakor sendiri dibuka oleh  Dwityo A. Soeranto Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Perumahan. Dalam sambutannya, Dwityo mengatakan,”Saat ini per- 11 Juni 2021 capaian program perumahan sudah mencapai 38.04% namun tantangan kedepan memang cukup banyak, secara nasional, ada 11 Juta rumah yang harus di bedah selama 5 tahun sementara dana program perumahan mengalami refocusing, yang terpenting dengan dana yang sudah di alokasikan kita harus berupaya untuk menyelesaikan target-target kita agar segera tercapai.”

Dwityo juga menambahkan Rapat ini ada sebagai proses Pemantauan serta evaluasi dan suatu bentuk pembinaan, koordinasi antar lini steakholder perumahan khususnya di lingkungan pemerintah dan ada beberapa nilai yang harus di perhatikan oleh Balai-balai khususnya balai yang menerapkan Zona Integritas yakini lihat beberapa bentuk pelayanan yang harus dikembangkan lalu identifikasi terlebih dahulu apa bentuk pelayanan untuk rumah susun, rumah khusus, rumah swadaya dan PSU, tentunya ini menjadi penilaian terhadap implementasi Zona Integritas.

Pada kesempatan ini Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertahanan Provinsi Kalimatan Tengah Leonard S Ampung menjelaskan dalam RPJMN Tahun 2020 Provinsi Kalimantan Tengah mendapatkan pencapaian presentase rumah layak huni yang harus di capai tahun 2024 sebesar 70.05%. Dan berdasarkan data Badan Pusat Statisik (BPS) Periode maret 2020 yang di gunakan sebagai basis data bidang perumahan provinsi Kalimantan Tengah bahwa kondisi statistik pada tahun 2020 sebanyak 704.873 kepala keluarga sementara itu jumlah rumah layak huni baru mencapai angka 366.112 unit atau 51.97%. Dimana dengan demikian jumlah rumah tidak layak huni masih cukup besar yakni sebesar 338.361 unit atau 48.03%. Dari jumlah ini per tanggal 14 Juni 2021 ada sebanyak 44.706 unit RTLH berhasil terindentifikasi untuk ditangani.

“Semoga dengan adanya Rapat Koordinasi ini dapat menjadi solusi bagi permasalahan pelaksanaan kegiatan direktorat jenderal perumahan khususnya di Pulau Kalimantan, dan dapat meningkatkan rumah layak huni yang berada di Wilayah Kalimantan ini” Harapnya.

Sekedar informasi Rapat Koordinasi ini diselenggarakan selama 3 hari, mulai tanggal 15 -17 Juni 2021 ini dibagi menjadi dua sesi, pertama pemaparan dan arahan serta gambaran umum dari tahun 2015 – 2021 oleh Direktur Sistem Strategi dan Penyelenggaraan Perumahan.  Rapat sendiri dihadiri Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertahanan Provinsi Kalimatan Tengah Leonard S Ampung, Kepala Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Kalimantan Tengah Juni Dwi Astono, kepala Balai P2P Wilayah Kalimantan I Andy Suganda, Kepala subkoordinator Wilayah Kalimantan Utara Yudha Romel Sibero, Kepala Balai subkoordinator Wilayah Kalimantan Timur, Mita, Kepala subkoordinator Wilayah Kalimantan Barat, Niken serta 70 peserta yang berasal dari Dinas sepulau kalimantan dan direktorat jenderal perumahan. (Hs.Foto. dok.Bagian Hukum dan  Kombik Ditjen Perumahan Kementerian PUPR)

Related posts