Serangan Houthi di Riyadh Sebabkan 1 Warga India Tewas, 10 Lainnya Luka

Seorang warga negara India meninggal dunia setelah mengalami luka dalam serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (10/10)/Foto : Dok. AFP Seorang warga negara India meninggal dunia setelah mengalami luka dalam serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (10/10)/Foto : Dok. AFP

Riyadh, GPriority.co.id – Seorang warga negara India meninggal dunia setelah mengalami luka dalam serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (10/10).

Insiden tersebut juga menyebabkan sejumlah warga India lainnya terluka di tengah meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman.

Kedutaan Besar India di Arab Saudi mengonfirmasi kabar kematian tersebut pada Minggu (11/10). Sebelumnya, perwakilan diplomatik India menyebut 11 warga negaranya termasuk di antara korban luka dalam serangan itu. Setelah seorang korban meninggal dunia, laporan terbaru The Indian Express menyebut satu warga India tewas dan 10 lainnya terluka.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga almarhum. Kami terus berkomunikasi dengan keluarga tersebut dan akan memberikan seluruh dukungan untuk memastikan pemulangan jenazah secepatnya,” demikian pernyataan Kedutaan Besar India yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

India Kecam Serangan Bandara Riyadh

Menteri Luar Negeri India, S. Jaishankar, menyampaikan duka cita atas meninggalnya warga India tersebut. Ia juga memastikan bahwa kedutaan akan memberikan bantuan yang diperlukan kepada keluarga korban.

“Kedutaan kami sedang melakukan segala upaya yang diperlukan dalam situasi sulit ini,” kata Jaishankar dalam pernyataan di media sosial.

Kementerian Luar Negeri India turut mengecam serangkaian serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah India menilai serangan yang mengakibatkan korban jiwa, luka-luka, dan kerusakan fasilitas tersebut tidak dapat diterima.

“Serangan berulang terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil sama sekali tidak dapat diterima dan harus segera dihentikan,” demikian pernyataan resmi kementerian tersebut.

India juga menyatakan solidaritas kepada pemerintah dan rakyat Arab Saudi serta berharap situasi keamanan segera pulih.

Serangan pada 10 Oktober itu dilaporkan menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya, menurut laporan awal otoritas Saudi yang dikutip Reuters. Kelompok Houthi kemudian mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut dan memperingatkan maskapai penerbangan, pelancong, serta pekerja bandara agar menjauhi bandara-bandara di Arab Saudi.

Dampak serangan tidak hanya dirasakan oleh warga India, tetapi juga menambah kekhawatiran terhadap keselamatan penerbangan sipil di kawasan Timur Tengah. Otoritas dan maskapai penerbangan menghadapi tekanan untuk memastikan keamanan penumpang di tengah eskalasi konflik.

Perkembangan ini kembali menyoroti risiko yang dihadapi warga asing yang bepergian atau bekerja di Arab Saudi. Pemerintah India terus berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memantau kondisi korban luka dan memberikan bantuan kepada keluarga yang terdampak.