Taybeh, GPriority.co.id – Wali Kota Aulnoye-Aymeries di Prancis utara, Bernard Baudoux (78), dilaporkan ditendang dan dipukuli sekelompok pemukim Israel saat mengunjungi Desa Taybeh di Tepi Barat yang diduduki Israel, Sabtu (17/10). Dalam rekaman video yang dirilis AFP, Baudoux tampak terduduk lemas di tanah sambil bersandar pada bodi kendaraan setelah insiden tersebut.
Insiden terjadi ketika rombongan diplomat dari Prancis, Belgia, dan Polandia berkunjung ke Taybeh untuk mengikuti kegiatan panen zaitun bersama warga Palestina. Beberapa pemukim bertopeng dilaporkan melontarkan ucapan agresif kepada rombongan sebelum menyerang Baudoux.
Baudoux mengatakan tiga kendaraan tiba di lokasi panen, lalu sejumlah orang bertopeng keluar sambil membawa batang besi dan mendekati rombongan secara agresif. Ia menyatakan mengenakan selempang triwarna Prancis sebagai simbol Republik dan mandatnya, tetapi hal itu tidak menghentikan para penyerang.
“Saya dipukuli dengan batang besi dan ditendang sebelum dilempar ke tanah. Akhirnya kami berhasil mencapai kendaraan kami dan berlindung,” kata Baudoux dalam pernyataannya.
Saksi dan sejumlah diplomat yang dikonfirmasi AFP menyebut Baudoux mengalami luka, tetapi tidak perlu dirawat di rumah sakit. Dalam pernyataannya, Baudoux menegaskan dirinya baik-baik saja dan menyebut serangan itu bagian dari intimidasi serta kekerasan yang lebih luas oleh pemukim Israel di Tepi Barat.
Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar mengecam keras serangan tersebut dan menyebut pelakunya sebagai perusuh Israel. Ia juga menyayangkan bahwa kunjungan delegasi tidak dikoordinasikan terlebih dahulu dengan militer Israel.
Kepolisian Israel membuka penyelidikan untuk mengidentifikasi para pelaku dan membawa mereka ke pengadilan. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot menyebut Baudoux “diserang secara kejam oleh pemukim ekstremis” di Tepi Barat.
Serangan itu terjadi di tengah meningkatnya kekerasan terhadap warga Palestina selama musim panen zaitun 2026. Sehari sebelumnya, fotografer Amerika Serikat Heidi Levine yang bekerja untuk The Washington Post juga dilaporkan mengalami penganiayaan serius saat meliput kegiatan panen.
Baudoux berkunjung ke Palestina sejak Rabu bersama delegasi asosiasi L’Aulne et l’Olivier (Pohon Alder dan Pohon Zaitun), didampingi perwakilan komunitas Kristen dan beberapa negara Eropa. Pada pagi hari sebelum insiden, rombongan meresmikan kemitraan antara Aulnoye-Aymeries dan Taybeh di hadapan perwakilan Vatikan.
Dalam pernyataannya, Baudoux menegaskan serangan tersebut tidak akan melemahkan tekadnya untuk membangun perdamaian. Ia menyebut dirinya dan rombongan sebagai aktivis perdamaian yang datang untuk mengulurkan tangan dan membangun hubungan, bukan mendirikan perbatasan.
“Kita tidak akan membiarkan rasa takut atau kekerasan mengalahkan keinginan kita akan perdamaian,” ujar Baudoux
Foto : Istimewa
