Mengapa Perempuan Butuh Tidur Lebih Lama Dibanding Laki-Laki?

Perempuan ternyata tidur rata-rata 11 menit lebih lama dibandingkan laki-laki, salah satunya karena dianggap lebih sering multitasking/Foto : Dok. iStock Perempuan ternyata tidur rata-rata 11 menit lebih lama dibandingkan laki-laki, salah satunya karena dianggap lebih sering multitasking/Foto : Dok. iStock

Jakarta, GPriority.co.id – Perempuan ternyata tidur rata-rata 11 menit lebih lama dibandingkan laki-laki. Meski selisihnya terlihat kecil, temuan penelitian ini mengungkap persoalan yang lebih luas, yakni ketimpangan pembagian waktu untuk pekerjaan, tanggung jawab keluarga, dan waktu luang.

Temuan tersebut berasal dari penelitian berjudul Gender and Time for Sleep among U.S. Adults yang ditulis Sarah A. Burgard dari University of Michigan dan Jennifer A. Ailshire dari University of Southern California. Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal American Sociological Review pada 2013.

Peneliti menganalisis data 56.149 orang dewasa berusia 18–64 tahun di Amerika Serikat melalui American Time Use Surveys periode 2003–2007. Hasilnya, perempuan tidur rata-rata 508 menit atau sekitar 8 jam 28 menit, sedangkan laki-laki tidur 496 menit atau sekitar 8 jam 16 menit per hari.

Namun, durasi tidur yang lebih panjang tidak serta-merta berarti perempuan memiliki waktu istirahat yang lebih berkualitas. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa laki-laki menikmati waktu luang sekitar 35 menit lebih banyak setiap hari dibandingkan perempuan.

Tanggung Jawab Ganda Memengaruhi Waktu Istirahat

Salah satu faktor yang disoroti dalam penelitian ini adalah pembagian pekerjaan berbayar dan tidak berbayar. Pekerjaan rumah tangga, pengasuhan anak, serta tanggung jawab keluarga dapat mengurangi waktu yang tersedia bagi perempuan untuk menikmati kegiatan pribadi.

Kondisi tersebut juga berkaitan dengan kebiasaan mengatur waktu tidur. Sebagian perempuan mungkin memilih tidur lebih awal atau menyesuaikan jadwal istirahat untuk memenuhi kebutuhan tidur di tengah padatnya aktivitas harian.

Penelitian Burgard dan Ailshire menunjukkan bahwa perbedaan waktu tidur berkaitan dengan tanggung jawab pekerjaan dan keluarga serta cara laki-laki dan perempuan membagi waktu. Perempuan juga lebih sering melaporkan tidur yang terputus akibat pengasuhan, meskipun kondisi ini tidak dialami oleh mayoritas responden.

Temuan ini relevan dengan pembahasan mengenai multitasking atau melakukan beberapa aktivitas sekaligus. Dalam kehidupan sehari-hari, perempuan yang bekerja sekaligus mengurus rumah tangga dapat menghadapi tuntutan waktu yang lebih besar. Meski demikian, penelitian tersebut tidak secara khusus membuktikan bahwa multitasking menjadi penyebab langsung selisih durasi tidur 11 menit.

Penelitian ini memperlihatkan bahwa durasi tidur perlu dipahami bersama pembagian waktu untuk bekerja, mengurus keluarga, dan beristirahat. Selisih 11 menit tidak dapat dijadikan patokan bahwa semua perempuan membutuhkan waktu tidur lebih lama daripada semua laki-laki.

Kebutuhan tidur setiap individu dapat berbeda. Karena itu, temuan tersebut lebih tepat dipahami sebagai gambaran pola penggunaan waktu pada populasi dewasa di Amerika Serikat, bukan kesimpulan universal bagi seluruh perempuan dan laki-laki.

Pembagian tanggung jawab rumah tangga yang lebih seimbang dapat menjadi salah satu langkah untuk memberikan kesempatan istirahat dan waktu luang yang lebih adil bagi setiap anggota keluarga.