Karhutla Mengganas, Penjualan Air Purifier di Singapura Melonjak 600 Persen

Penjualan air purifier di Singapura melonjak 600 persen buntut asap Karhutla di indonesia/Foto : Dok. Istimewa Penjualan air purifier di Singapura melonjak 600 persen buntut asap Karhutla di indonesia/Foto : Dok. Istimewa

Singapura, GPriority.co.id – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia memicu lonjakan penjualan pembersih udara atau air purifier di Singapura.

Jaringan ritel elektronik Courts mencatat kenaikan penjualan hingga 600 persen, sementara Gain City melaporkan permintaan meningkat sembilan kali lipat seiring memburuknya kualitas udara di kawasan Asia Tenggara.

Dikutip dari laporan AFP yang diterbitkan The Straits Times, Minggu (18/10), lonjakan tersebut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap dampak kabut asap bagi kesehatan, terutama di dalam rumah. Asap kebakaran dari Indonesia, termasuk wilayah Kalimantan dan Sumatra, menyebar ke negara-negara tetangga dan memperburuk kualitas udara regional.

Courts mengungkapkan bahwa peningkatan penjualan terjadi dalam periode 28 September hingga 12 Oktober 2026, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Baru-baru ini, kami mencatat peningkatan volume penjualan pembersih udara sebesar 600 persen, dari 28 September hingga 12 Oktober dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu,” ungkap Courts dalam pernyataan resmi yang dikutip AFP.

Juru bicara Courts juga menjelaskan perubahan perilaku konsumen di tengah krisis kabut asap.

“Pelanggan semakin sadar akan kualitas udara dalam ruangan dan secara aktif mencari solusi untuk menjaga lingkungan rumah yang lebih sehat dan nyaman,” kata juru bicara perusahaan tersebut.

Lonjakan serupa terjadi di Gain City, peritel elektronik yang berbasis di Singapura. Perusahaan tersebut menyebut permintaan air purifier mulai meningkat dalam beberapa pekan terakhir, dengan lonjakan tajam sejak 9 Oktober.

“Permintaan mulai meningkat dalam beberapa pekan terakhir, dengan lonjakan yang sangat tajam sejak 9 Oktober. Penjualan sejak itu naik menjadi sembilan kali lipat dibandingkan tingkat penjualan pada awal musim kabut asap di Agustus,” kata Gain City.

Dibalik meningkatnya permintaan perangkat penyaring udara, para pakar memperingatkan risiko paparan polusi terhadap kesehatan masyarakat. Profesor kesehatan lingkungan Universiti Putra Malaysia, Juliana Jalaludin, menyoroti dampak paparan kabut asap berulang, khususnya terhadap anak-anak.

Ia mengkhawatirkan generasi mendatang dapat mengalami beban penyakit pernapasan yang lebih tinggi apabila terus terpapar kabut asap dan polusi udara sejak masa kanak-kanak.

“Kuncinya adalah mengurangi paparan sekarang untuk melindungi kesehatan anak-anak dan mencegah konsekuensi jangka panjang bagi generasi mendatang,” ujar Juliana kepada AFP.

Kondisi ini menegaskan bahwa karhutla bukan sekadar persoalan lingkungan di wilayah terdampak, melainkan juga ancaman lintas negara yang memengaruhi kesehatan dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Lonjakan penjualan air purifier di Singapura menjadi salah satu gambaran nyata dampak kabut asap Indonesia terhadap kehidupan sehari-hari di kawasan Asia Tenggara. Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan serta pengendalian sumber polusi menjadi penting untuk mengurangi risiko kesehatan dan mencegah krisis serupa berulang.