Bikin Takjub, Interior Masjid Hamidiye Turki Terinspirasi dari Surat Al-Baqarah Ayat 22

Interior Masjid Hamidiye Turki yang terinspirasi dari surat Al-Baqarah ayat 22/Foto : Dok. Istimewa Interior Masjid Hamidiye Turki yang terinspirasi dari surat Al-Baqarah ayat 22/Foto : Dok. Istimewa

Turki, GPriority.co.id – Masjid Hamidiye Camii di Kota Kırşehir, Turki, menarik perhatian karena desain interiornya yang terinspirasi dari Surah Al-Baqarah ayat 22. Berbeda dari masjid pada umumnya, bangunan ini menghadirkan suasana alam melalui karpet hijau menyerupai rumput, langit biru di langit-langit, pepohonan, hingga air terjun di belakang mihrab.

Keunikan Masjid Hamidiye bukan sekadar terletak pada keindahan visualnya. Setiap elemen dekorasi dirancang untuk menggambarkan pesan Al-Qur’an tentang bumi, langit, hujan, dan tumbuh-tumbuhan sebagai bagian dari kebesaran Allah SWT serta sumber rezeki bagi manusia.

Surah Al-Baqarah ayat 22 menjelaskan bahwa Allah menjadikan bumi sebagai hamparan, langit sebagai atap, menurunkan air hujan, serta menumbuhkan berbagai buah-buahan sebagai rezeki bagi manusia.

Pesan tersebut diterjemahkan ke dalam desain interior Masjid Hamidiye. Lantai masjid dilapisi karpet hijau yang menyerupai rerumputan, sedangkan langit-langitnya dihiasi lukisan langit dan awan. Dinding masjid menampilkan pepohonan, sementara bagian mihrab dilengkapi ornamen air terjun yang menciptakan kesan berada di tengah alam terbuka.

Desain tersebut melibatkan seorang arsitek asal Azerbaijan. Sejumlah ornamen juga menampilkan tanaman merambat dan pepohonan tinggi di antara jendela, sehingga suasana alami terasa menyatu dengan ruang ibadah.

Dilansir Anadolu Agency, İsmet Yapıcı, Ketua Asosiasi Pembangunan dan Pemeliharaan Masjid Mehmet Mermer Hamidiye, menjelaskan bahwa masjid tersebut dirancang dengan mengambil inspirasi dari ayat ke-22 Surah Al-Baqarah. Ia juga menyebut masjid itu telah menarik banyak pengunjung dari berbagai daerah dan luar negeri.

Masjid Hamidiye memiliki sejarah panjang. Bangunan awalnya didirikan sekitar 1910 pada masa Sultan Abdul Hamid II, ketika masjid masih berupa bangunan kecil dari batu bata lumpur.

Seiring bertambahnya jumlah penduduk, bangunan lama tidak lagi mampu menampung kebutuhan jemaah. Masjid kemudian dibongkar pada 2015 dan dibangun kembali dengan desain baru yang rampung pada 2017.

Setelah dibuka kembali, Masjid Hamidiye berkembang menjadi tempat ibadah sekaligus pusat kegiatan pendidikan keagamaan. Masjid ini juga menarik perhatian wisatawan dan pengguna media sosial karena desain interiornya yang tidak biasa.

Keunikan Masjid Hamidiye menunjukkan bagaimana arsitektur Islam dapat memadukan fungsi ibadah, seni, dan pesan spiritual. Melalui gambaran alam di dalam bangunan, pengunjung diajak merenungkan makna ayat Al-Qur’an tentang penciptaan dan nikmat Allah dalam kehidupan manusia.