Kepala Bappeda Sulteng Paparkan Tantangan Utama Pembangunan Daerah

Jakarta, GPriority.co.id – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulawesi Tengah (Sulteng), Christina Shandra Tobondo mengungkapkan tantangan utama yang dihadapi dalam pembangunan daerah di Sulteng.

Menurutnya, salah satu tantangan utama adalah ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang beragam di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Tantangan kita yang sekarang ini adalah itu SDM, kita kan SDM itu tidak sama yang SDM yang ada di masing-masing OPD. Ketika menyamakan persepsi, kita kembali ego sektoral, ya seperti itulah tantangan-tantangan kita ke depan,” ungkap Shandra kepada GPriority usai mengikuti Musrembangnas 2024 di Hotel Ritz Carlton Kuningan, Jakarta, Selasa (7/5).

Selain itu, Shandra juga menyoroti kurangnya sarana dan prasarana yang memadai sebagai tantangan lainnya. “Sarana dan prasarana juga belum memadai sehingga itu yang harus kita benahi ke depan bagaimana kita melakukan reformasi birokrasi sehingga apa yang menjadi tantangan kita ke depan bisa kita atasi secara perlahan,” tambahnya.

Shandra juga menyampaikan harapan pembangunan Sulawesi Tengah ke depannya. “Harapannya karena Sulteng ini berdekatan dengan IKN dan didalam RPJP Nasional bahwa Sulawesi Tengah ini secara tematik adalah sebagai superhub ekonomi Nusantara,” tutur Shandra.

Ia menegaskan bahwa upaya terus dilakukan untuk menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung rencana tersebut.

“Kita menggunakan tematik yang diberikan oleh Pemerintah Pusat di Sulawesi Tengah sehingga dengan adanya posisi ruang yang sangat luar biasa kita tingkatkan konektivitas, kita tingkatkan produktivitas, kita tingkatkan SDM yang berdaya saing, kemudian kita melakukan reformasi birokrasi,” jelas Shandra.

Shandra juga optimis bahwa harapan untuk Sulawesi Tengah Emas pada tahun 2045 dapat tercapai dengan upaya yang terus dilakukan saat ini.

Diketahui, Musrenbangnas 2024 dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2025 bertema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan”.

Digelar sebagai usulan pembangunan melalui rangkaian desk pada 28 April-8 Mei 2024.

Penulis: Ahmad Faqih Zuhair

Foto: GPriority