Studi: Bergosip dengan Pasangan Bisa Bikin Hubungan Lebih Bahagia

Menurut para peneliti, bergosip dengan pasangan dapat menjadi bentuk ikatan emosional atau emotional bonding/Foto : Ilustrasi Dok. iStock Menurut para peneliti, bergosip dengan pasangan dapat menjadi bentuk ikatan emosional atau emotional bonding/Foto : Ilustrasi Dok. iStock

Jakarta, GPriority.co.id – Apakah anda sering bergosip bersama pasangan? Meski kerap dianggap sebagai kebiasaan negatif, sebuah studi justru menemukan bahwa bergosip dengan pasangan berkaitan dengan kebahagiaan yang lebih tinggi dan kualitas hubungan yang lebih baik.

Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal Journal of Social and Personal Relationships pada 2025 melalui penelitian berjudul Spill the Tea, Honey: Gossiping Predicts Well-Being in Same- and Different-Gender Couples. Penelitian ini dilakukan oleh Chandler M. Spahr dan Megan L. Robbins dari University of California, Riverside (UCR).

Dalam penelitian tersebut, para peneliti mengamati percakapan sehari-hari dari 76 pasangan di California Selatan. Mereka menggunakan perangkat bernama Electronically Activated Recorder (EAR), yang merekam sampel suara secara berkala untuk menganalisis interaksi alami para peserta.

Sekitar 14 persen percakapan harian peserta direkam dan dianalisis. Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa pasangan menghabiskan rata-rata sekitar 29 menit per hari untuk bergosip bersama. Jika dihitung dengan orang lain, total waktu bergosip mereka mencapai sekitar 38 menit sehari.

Profesor psikologi UCR sekaligus penulis senior penelitian, Megan Robbins, memberikan gambaran sederhana tentang bagaimana gosip muncul dalam kehidupan pasangan sehari-hari.

“Setelah pulang dari pesta, apa yang kamu lakukan dalam mobil? Kamu mengobrol soal orang-orang yang datang ke pesta itu; siapa bicara apa, ada apa dengan hubungan mereka. ‘Dia cantik banget, ya?’ ‘Kamu merasa mereka lagi musuhan, nggak?’,” kata Megan.

Menurut para peneliti, percakapan semacam ini dapat menjadi bentuk ikatan emosional atau emotional bonding. Membicarakan hal negatif tentang orang lain bersama pasangan bisa mencerminkan kedekatan di antara keduanya, sedangkan membicarakan pengalaman positif dapat memperpanjang perasaan menyenangkan setelah suatu acara.

Gosip Tidak Selalu Berarti Buruk

Dalam konteks penelitian ini, gosip didefinisikan sebagai pembicaraan mengenai orang yang tidak hadir dalam percakapan. Topiknya tidak harus negatif karena bisa bersifat positif maupun netral.

Penulis pertama penelitian, Chandler Spahr, menegaskan bahwa gosip merupakan bagian umum dari interaksi manusia. “Whether or not we want to admit it, everyone gossips,” ujarnya, yang berarti, “Mau kita akui atau tidak, semua orang bergosip.”

Meski demikian, hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara kebiasaan bergosip bersama pasangan dan kesejahteraan, bukan bukti bahwa gosip secara langsung menyebabkan hubungan menjadi lebih bahagia. Para peneliti juga menyebutkan bahwa penelitian lanjutan masih diperlukan untuk memahami mekanisme dan jenis gosip yang paling berpengaruh.

Jadi, sesekali membicarakan kejadian menarik bersama pasangan mungkin menjadi salah satu cara membangun kedekatan. Namun, menjaga kepercayaan, menghormati privasi orang lain, dan menghindari gosip yang menyakiti tetap penting dalam hubungan yang sehat.