Jakarta, GPriority.co.id – 33 tahun yang lalu tepat 7 November 1991, sosok pemain NBA yang kalah itu sangat bersinar, Magic Johnson mengumumkan bahwa dirinya terinfeksi HIV. Pengumuman tersebut menggemparkan dunia olahraga.
Diketahui, saat itu penderita HIV masih sangat distigmatisasi.
Setelah diagnosisnya, ia memutuskan untuk pensiun dari NBA, tetapi kemudian kembali bermain di pertandingan All-Star 1992 dan beberapa pertandingan di musim 1995–1996.
Saat ini Johnson menjadi advokat global untuk kesadaran HIV/AIDS, mendirikan Magic Johnson Foundation, yang berfokus pada edukasi dan layanan terkait HIV/AIDS.
Magic Johnson terus hidup sehat hingga saat ini berkat pengobatan antiretroviral (ARV) dan menjadi bukti bahwa HIV jika dikelola dengan baik maka ODHA akan memiliki harapan hidup yang besar.
Magic Johnson, yang telah hidup dengan HIV selama lebih dari 33 tahun, terus menjadi tokoh penting dalam meningkatkan kesadaran dan melawan stigma terkait HIV/AIDS. Dikutip dari beberapa sumber saat diwawancarai media, Johnson sangat bersyukur dengan kemajuan pengobatan HIV Aids saat ini.
Menurutnya pengobatan HIV saat ini memungkinkan pengidap HIV untuk hidup sehat dan panjang umur dengan perawatan yang tepat. Namun, ia juga menekankan bahwa perjuangan melawan diskriminasi, stigma, dan ketidakadilan sosial yang masih ada harus terus diperjuangkan.
Johnson berkomitmen untuk menyebarkan informasi yang benar mengenai HIV, terutama di komunitas yang sebelumnya kurang terinformasi. Ia percaya bahwa pendidikan adalah kunci untuk melawan kesalahpahaman, terutama di kalangan generasi muda yang kurang khawatir tentang risiko karena kemajuan pengobatan.
Dalam beberapa sumber mencatat bahwa, Magic Johnson dan istrinya Cookie aktif mendukung berbagai inisiatif melalui Magic Johnson Foundation, yang telah menyumbangkan lebih dari $15 juta kepada komunitas yang kurang terlayani.
Foto: istimewa
