Temui Mendes PDT di Jakarta, Bupati Aceh Tamiang Usulkan Pembangunan Kantor Desa dan Jalan

Aceh, Gpriority.co.id – Bupati Aceh Tamiang, Aceh, Armia Pahmi meminta percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan di wilayah kabupaten berjuluk Bumi Muda Sedia saat menemui langsung Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Yandri Susanto, di Jakarta, Kamis, (10/9) lalu.

Usulan tersebut mencakup pembangunan jembatan, perbaikan ratusan kilometer jalan lingkungan, hingga pembangunan dan rehabilitasi kantor desa yang rusak di Kabupaten Aceh Tamiang.

Tak hanya secara lisan, sebagai bentuk keseriusan permintaan tersebut juga dibuat secara resmi kepada Menteri Yandri Susanto melalui proposal yang berisi rincian kebutuhan infrastruktur dasar perdesaan di Kabupaten Aceh Tamiang.

Adapun rincian beberapa usulan tersebut yakni, pembangunan jembatan sepanjang 2.017 meter serta pembenahan jalan lingkungan dengan total panjang mencapai 191,6 kilometer.

Selanjutnya, rencana penanganan jalan lingkungan tersebut terbagi menjadi dua jenis pekerjaan, yakni pengaspalan sepanjang 175,6 kilometer dan rabat beton sepanjang 15,9 kilometer.

Selain infrastruktur jalan dan jembatan, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang juga fokus memperkuat pusat pelayanan publik di tingkat tapak dengan mengajukan pembenahan fasilitas kantor desa.

Pemerintah Aceh Tamiang mengusulkan rehabilitasi berat atau revitalisasi untuk 103 kantor desa yang mengalami kerusakan, serta pembangunan unit baru bagi 113 kantor desa yang belum memiliki fasilitas memadai.

Dalam pertemuan tersebut, Armia Pahmi menyampaikan, bahwa penguatan infrastruktur perdesaan merupakan pondasi penting untuk menggerakkan roda perekonomian lokal dan meningkatkan kualitas pelayanan publik masyarakat desa.

“Ketersediaan akses jalan dan fasilitas kantor desa yang layak diyakini akan mempercepat keterhubungan antarkampung serta mengoptimalkan tata kelola pemerintahan di level desa,” kata Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi.

Armia berharap langkah yang dilakukan pihaknya tersebut mendapat dukungan penuh dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal melalui pengalokasian anggaran strategis.

“Jadi sinergi antara pemerintah daerah dan pusat menjadi kunci utama dalam memangkas ketimpangan pembangunan infrastruktur di kawasan perdesaan Aceh Tamiang secara berkelanjutan,” ujarnya.

Foto : Istimewa