Nadhif Basalamah Tembus Tangga Lagu Global Spotify, Album “Laman Berikutnya” Lampaui 1 Miliar Streams

Penyanyi muda Indonesia Nadhif Basalamah. Foto: Instagram/nadhifbasalamah Penyanyi muda Indonesia Nadhif Basalamah. Foto: Instagram/nadhifbasalamah

Jakarta, GPriority.co.id – Penyanyi muda Indonesia Nadhif Basalamah mencatatkan prestasi membanggakan di industri musik dunia setelah namanya masuk dalam jajaran musisi internasional yang paling banyak diputar di tangga lagu global Spotify.

Pencapaian tersebut semakin menguatkan tren meningkatnya popularitas musik pop dengan bahasa selain Inggris di industri musik global. Album Nadhif yang berjudul Laman Berikutnya bahkan berhasil menembus lebih dari satu miliar streams di platform streaming tersebut.

Kabar tersebut sebelumnya juga dibagikan langsung oleh Nadhif melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan itu, ia menyampaikan apresiasi kepada para pendengar yang terus mendukung karya-karyanya hingga mampu mencapai angka pemutaran yang sangat besar.

Fenomena meningkatnya popularitas lagu non-bahasa Inggris juga tercatat dalam laporan resmi Spotify.

“Ada lagu dalam 16 bahasa berbeda yang berhasil menembus Global Top 50 pada tahun lalu,” tulis laporan Spotify yang dilansir oleh The Times.

Dalam laporan tersebut, bahasa Indonesia menjadi salah satu dari belasan bahasa yang berhasil masuk dalam daftar tangga lagu global, bersama bahasa Korea, Spanyol, Arab, Turki, dan Portugis.

Data Spotify juga menunjukkan bahwa jumlah lagu non-bahasa Inggris yang berhasil masuk ke tangga lagu global meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun 2020.

Selain Nadhif, daftar lagu yang paling banyak diputar di Spotify pada pekan lalu juga diisi oleh sejumlah musisi internasional seperti Bad Bunny dari Puerto Riko dan Tyla dari Afrika Selatan.

Beberapa nama lain yang turut meramaikan tangga lagu global antara lain Tems dari Nigeria, Peso Pluma dari Meksiko, serta dua anggota BTS yaitu Jung Kook dan Jin dari Korea Selatan. Grup K-pop BLACKPINK serta penyanyi Rauw Alejandro juga ikut memperkuat keberagaman bahasa dalam industri musik digital.

Tren global ini mulai terlihat sejak layanan streaming digital menjadi sumber pendapatan terbesar industri musik dunia pada 2017. Sejak saat itu, musik dari berbagai bahasa dan budaya semakin mudah menjangkau pendengar di berbagai negara.

Beberapa genre musik juga mengalami pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Funk Brazil tercatat sebagai genre dengan pertumbuhan tercepat di dunia dengan kenaikan sekitar 36 persen dalam lima tahun terakhir.

Sementara itu, K-pop mengalami peningkatan sekitar 31 persen, sedangkan Trap Latin tumbuh sekitar 29 persen. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa perbedaan bahasa kini tidak lagi menjadi penghalang bagi musik untuk menjangkau pasar global.

Perkembangan ini diperkirakan masih akan berlanjut sepanjang 2026 melalui berbagai rilisan baru dari musisi dunia. Salah satunya adalah penyanyi Spanyol Rosalía yang baru merilis album LUX dengan lagu-lagu dalam 13 bahasa berbeda.

Selain itu, kembalinya BTS melalui tur stadion global serta penampilan Bad Bunny di ajang Super Bowl diprediksi semakin memperkuat dominasi musik non-bahasa Inggris di panggung musik dunia.