Jakarta, GPriority.co.id – Momen silaturahmi saat perayaan Idulfitri atau lebaran sering kali membuat banyak orang gemas melihat anak-anak.
Namun, dokter spesialis anak Leonirma Tengguna mengingatkan masyarakat untuk tidak sembarangan menyentuh, mencium, atau bahkan menyuapi anak ketika bertemu saat Lebaran.
Peringatan tersebut disampaikan dr. Leonirma melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @dokteranak_leonirma pada Rabu (11/3). Ia menekankan bahwa interaksi yang terlihat sepele bisa berisiko bagi kesehatan anak.
“Gemas sama anak orang boleh, tapi jangan main cium, pegang, apalagi asal suapin. Kita gak tau kuman apa yang nempel di tangan kita dan apakah makanan itu aman dimakan si anak,” kata dr. Leonirma.
Menurutnya, sistem kekebalan tubuh anak masih dalam tahap perkembangan sehingga lebih rentan terhadap paparan kuman dibandingkan orang dewasa. Sentuhan tangan yang tidak higienis berpotensi membuat anak lebih mudah terserang penyakit.
Karena itu, dr. Leonirma menyarankan agar setiap orang yang ingin berinteraksi dengan anak saat bersilaturahmi tetap memperhatikan etika dan aspek kesehatan.
Ia menegaskan pentingnya meminta izin kepada orang tua sebelum menyentuh atau memberikan makanan kepada anak.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah berbagai risiko, termasuk kemungkinan alergi makanan yang mungkin dimiliki anak.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan menggunakan sabun atau antiseptik sebelum berinteraksi dengan anak.
Penggunaan masker juga dianjurkan apabila seseorang sedang merasa kurang sehat.
“Kasih THR-nya aja. Sayang anak gak harus pegang, peduli gak harus bikin anak sakit,” pesan dr. Leonirma menutup unggahannya.
Imbauan tersebut dinilai semakin relevan mengingat beberapa penyakit menular seperti Campak tengah meningkat di sejumlah wilayah Indonesia.
Sentuhan sembarangan terhadap anak dapat menjadi salah satu media penyebaran penyakit jika perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) tidak dijaga dengan baik selama momen Lebaran.
