Amazon, GPriority.co.id – Belakangan, ikan sapu-sapu tengah menjadi sorotan usai dimusnahkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Pemusnahan ini dilakukan karena ikan sapu-sapu menjadi sangat dominan di sungai tercemar akibat daya tahan tingginya terhadap kondisi lingkungan yang buruk.
Sehingga, bukan hanya merusak ekosistem perairan, namun juga dapat mengancam ikan lokal dan merusak habitat sungai. Terlebih, populasinya juga sangat cepat berkembang.
Namun tahukah anda bahwa ikan sapu-sapu menjadi hidangan tradisional di Brasil, khususnya di wilayah Amazon?
Hidangan tradisional yang diberi nama Caldeirada de Bodó atau yang juga dikenal sebagai Caldeirada de Cascudo tersebut merupakan sup ikan yang menggunakan ikan sapu-sapu atau pleco sebagai bahan utamanya.
Hidangan ini berasal dari kebiasaan masyarakat lokal di wilayah Amazonas dan Pará yang memanfaatkan sumber daya alam sekitar sebagai bahan makanan utama.
Dalam beberapa tahun terakhir, Caldeirada de Bodó kembali populer seiring meningkatnya minat terhadap kuliner berbasis keberlanjutan dan pemanfaatan spesies invasif.
Caldeirada de Bodó merupakan sup ikan yang dimasak dengan berbagai rempah lokal seperti bawang, tomat, cabai, dan daun aromatik khas Brasil. Ikan sapu-sapu yang digunakan memiliki tekstur daging yang cukup unik setelah dimasak lama dalam kuah kaldu.
Menurut catatan kuliner dari komunitas lokal Amazon, hidangan ini awalnya lahir dari kebutuhan masyarakat sungai untuk memanfaatkan ikan yang mudah ditemukan di perairan keruh.
Seorang nelayan lokal menyebut, dahulu warga Amazon tidak menganggap ikan ini berharga. Namun setelah menemukan racikan bumbu yang tepat, Caldeirada de Bodó sangat disukai karena dinilai menjadi makanan yang sangat bergizi dan menghangatkan tubuh
Ikan sapu-sapu atau pleco sendiri dikenal sebagai ikan pembersih akuarium yang dapat tumbuh besar di alam liar. Di Brasil, keberadaan ikan ini cukup melimpah di sungai-sungai Amazon. Karena sifatnya yang invasif, ikan ini sering dianggap mengganggu ekosistem lokal.
Namun, masyarakat setempat justru memanfaatkannya sebagai bahan makanan utama dalam berbagai olahan, termasuk sup Caldeirada de Bodó. Transformasi ini menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat beradaptasi dengan lingkungan.
Dalam penyajiannya, ikan sapu-sapu biasanya dibersihkan secara menyeluruh untuk menghilangkan lendir tebal pada kulitnya. Setelah itu, ikan direbus bersama campuran bawang putih, bawang merah, tomat, paprika, dan minyak kelapa atau minyak nabati khas Brasil.
Proses memasak yang cukup lama membuat daging ikan menjadi lebih lembut dan kuah sup menyerap rasa gurih yang khas. Caldeirada de Bodó sering disajikan bersama nasi putih atau farofa, makanan pendamping khas Brasil.
