BRIN-BTN Jalin Kerja Sama, Perkuat Hilirisasi Riset hingga Solusi Perumahan

BRIN dan BTN jalin kerja sama untuk perkuat hilirisasi riset hingga solusi perumahan, Kamis (6/8) di Jakarta/Foto : Dok. GPriority (Risma Octavia) BRIN dan BTN jalin kerja sama untuk perkuat hilirisasi riset hingga solusi perumahan, Kamis (6/8) di Jakarta/Foto : Dok. GPriority (Risma Octavia)

Jakarta, GPriority.co.id – Dalam upaya memperkuat kemitraan dengan para pemangku kepentingan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) resmi menjalin kerja sama dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau Bank BTN.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Gedung BRIN M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (6/8).

Kerja sama ini menjadi langkah awal untuk memperluas kolaborasi riset dan inovasi yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan teknologi, tetapi juga implementasi langsung bagi masyarakat dan sektor industri.

Dalam sambutannya, Kepala BRIN Arif Satria menegaskan bahwa kolaborasi dengan BTN diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas.

“BRIN selama ini kolaborasi dengan BUMN lain. Tapi, sekali lagi, kita perlu membuka akses semua BUMN untuk bisa berkolaborasi dalam banyak hal dengan BRIN,” ujar Arif.

Wakil Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, menyambut positif kerja sama tersebut. Menurutnya, banyak bidang strategis yang dapat dikembangkan bersama BRIN, mulai dari riset terapan, pembiayaan inovasi, teknologi lingkungan, hingga penguatan digitalisasi.

Ia menjelaskan, salah satu fokus kolaborasi adalah pengembangan teknologi pengelolaan sampah yang dapat diterapkan di berbagai daerah. BTN bahkan siap mendukung pembiayaan implementasi hasil riset BRIN agar dapat dimanfaatkan secara nyata oleh pemerintah daerah maupun masyarakat.

Selain itu, BTN juga membuka peluang kerja sama dalam penyediaan pembiayaan perumahan bagi pegawai serta pengembangan konsep rumah yang lebih ramah lingkungan melalui penerapan teknologi dan material hasil riset BRIN.

“Kita juga butuh kerja sama research yang paling aplikatif yang dibutuhkan masyarakat. Kalau ada solusi, cost-nya oleh BTN, BRIN jadi seperti consultant kami, nanti diimplementasikan,” ujar Nixon.

Ia juga menyoroti peluang kolaborasi dalam digitalisasi layanan keuangan dan peningkatan keamanan sistem informasi.

“Digitalisasi, kita dapat research-nya lalu kita kerja samakan. Kami senang sekali. BRIN punya lab di BTN juga tidak apa-apa, kami nanti sanggup membiayai implementasinya,” tambahnya.

Sementara itu, BRIN menawarkan berbagai inovasi siap hilirisasi, mulai dari teknologi pengolahan sampah skala rumah tangga hingga kawasan, material bangunan ramah lingkungan berbahan limbah pertanian, rumah tahan gempa yang dapat dibangun dalam 14 hari, hingga skema business matching untuk mempertemukan inovasi BRIN dengan dunia industri dan lembaga pembiayaan.

“Kami sedang berusaha mencari mitra industri yang memperbanyak produk kami. Tugas BRIN adalah meriset, menghasilkan teknologi yang sudah layak, lalu ada mitra yang memproduksi itu,” jelas Arif.

Melalui kerja sama ini, BRIN dan BTN berharap hasil riset nasional semakin cepat dihilirisasi sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, memperkuat industri nasional, serta mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.