Belanja Iklan Kepala BGN Sudaryono di Meta Nyaris Sentuh Rp200 Juta

Akun X @hidupsebagai62 mengunggah tangkapan layar data belanja iklan meta BGN pada 16 September 2026, hampir menyentuh Rp200 juta/Foto : Dok. Badan Gizi Nasional Akun X @hidupsebagai62 mengunggah tangkapan layar data belanja iklan meta BGN pada 16 September 2026, hampir menyentuh Rp200 juta/Foto : Dok. Badan Gizi Nasional

Jakarta, GPriority.co.id – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menjadi sorotan setelah data transparansi Meta Ads Library menunjukkan belanja iklan yang dikaitkan dengan namanya mencapai Rp199.014.038. Angka tersebut tercatat untuk periode 15 Juni hingga 12 September 2026 dan tersebar di sejumlah wilayah Indonesia.

Informasi tersebut mencuat setelah akun X @hidupsebagai62 mengunggah tangkapan layar data belanja iklan pada 16 September 2026. Unggahan itu kemudian dikutip sejumlah media dan menjadi perhatian karena nilai belanja iklan yang tercatat hampir menyentuh Rp200 juta.

Berdasarkan data yang beredar, Jawa Barat menjadi wilayah dengan belanja iklan terbesar, yakni sekitar Rp35,13 juta. Berikutnya Jawa Tengah sekitar Rp29,19 juta, Jawa Timur Rp26,39 juta, dan Sumatera Utara Rp15,45 juta. Belanja iklan juga tercatat di Lampung sekitar Rp6,9 juta, Riau Rp6,82 juta, serta Jakarta sekitar Rp6,77 juta.

Dalam periode yang lebih pendek, yakni 15 Agustus hingga 13 September 2026, halaman yang dikaitkan dengan Sudaryono dilaporkan mengeluarkan sekitar Rp108,86 juta untuk 79 iklan. Sejumlah materi iklan yang diberitakan mengangkat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta narasi yang berkaitan dengan Presiden Prabowo Subianto.

Sorotan tersebut berawal dari unggahan akun X @hidupsebagai62. Dalam unggahannya, akun tersebut menulis, “Total spend iklan di Meta oleh Sudaryono periode Juni–September 2026 (bisa diakses umum, cek aja). Menarik disimak, dimana top spendingnya.”

Meski demikian, data Meta Ads Library perlu dibaca secara terbatas. Data tersebut menunjukkan nilai belanja iklan yang dikaitkan dengan pengiklan bernama Sudaryono pada periode tertentu, tetapi tidak dengan sendirinya membuktikan sumber dana yang digunakan.

Belum terdapat keterangan resmi yang memastikan apakah Rp199,01 juta tersebut berasal dari dana pribadi Sudaryono, anggaran BGN, organisasi, atau sumber pendanaan lainnya. Karena itu, angka tersebut tidak dapat langsung disebut sebagai penggunaan anggaran negara tanpa adanya bukti atau klarifikasi mengenai asal dana.

Selain itu, penyebutan sebagai top spender juga perlu dilihat berdasarkan periode, kategori, dan cakupan data yang digunakan, bukan sebagai klaim bahwa Sudaryono merupakan pembelanja iklan terbesar di seluruh platform Meta tanpa batasan waktu atau kategori.