Kajian: MotoGP Mandalika Dorong Transformasi dari Event-Based Economy ke Event-Led Development

Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah pusat dan daerah menilai MotoGP Mandalika telah memberikan dampak ekonomi, sosial, dan pembangunan kawasan yang signifikan, sekaligus menjadi landasan penyusunan Desain Besar Pengembangan Industri Olahraga Nasional.

Dukungan Pemerintah Provinsi NTB serta pemerintah kabupaten/kota turut menunjang penyelenggaraan MotoGP Mandalika.  Kajian mencatat dukungan anggaran untuk penyelenggaraan ajang, promosi pariwisata, pelayanan kesehatan, pengamanan, peningkatan infrastruktur, dan kegiatan pendukung yang memperkuat dampak ekonomi bagi masyarakat.

Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri hadir dalam rangkaian acara ini dan menegaskan Mandalika sebagai aset strategis daerah.  Bagi Pemprov NTB, keberhasilan MotoGP diukur dari jumlah penonton, penguatan citra Mandalika, kualitas pengalaman wisatawan, serta kontribusinya terhadap perekonomian daerah secara berkelanjutan.

Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menyatakan MotoGP Mandalika menunjukkan bahwa event olahraga internasional dapat menjadi katalis bagi pengembangan kawasan secara berkelanjutan.  “Bagi ITDC, momentum ini perlu ditransformasi dari sekadar event-based economy menjadi event-led development, sehingga manfaat ekonomi, sosial, dan pembangunan kawasan dapat terus dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Ahmad Fajar.

Menurutnya, dengan pengalaman lebih dari 52 tahun, ITDC terus memperkuat peran sebagai Master Developer dan Asset Manager melalui pengembangan infrastruktur, fasilitas, dan layanan terintegrasi, serta kolaborasi strategis dengan pelaku industri dan masyarakat sekitar.  Upaya ini menjadi bagian komitmen ITDC untuk memperkuat The Mandalika sebagai destinasi sport tourism berkelas dunia yang memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi kawasan dan masyarakat.

Dalam aspek kepuasan, kajian mencatat indeks kepuasan relawan sebesar 5,51 dari skala 6, serta kepuasan keseluruhan pelaku UMKM dan tenant sebesar 5,23.

Pembelajaran dari MotoGP Mandalika menjadi landasan untuk memperkuat kebijakan industri olahraga.  Dalam rangkaian acara yang sama, Kementerian PPN/Bappenas memulai penyusunan Desain Besar Pengembangan Industri Olahraga Nasional.  “Kementerian PPN/Bappenas memulai penyusunan Desain Besar Pengembangan Industri Olahraga Nasional sebagai acuan bersama yang menetapkan arah, fokus, target, serta pembagian peran lintas sektor,” ujar Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy.

Dokumen ini akan menjadi acuan pembangunan ekosistem industri olahraga yang berkelanjutan, dengan memperkuat koordinasi pusat dan daerah, memperjelas pembagian peran pemangku kepentingan, serta memperkuat pemantauan dan evaluasi.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menekankan pengembangan industri olahraga harus menjadi gerakan bersama.  “Prestasi olahraga, industri olahraga, dan penyelenggaraan event internasional saling memperkuat. Kolaborasi lintas kementerian menjadi fondasi agar Indonesia semakin mampu menjadi tuan rumah berbagai ajang olahraga dunia yang profesional, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Erick Thohir.

Pemerintah berharap hasil kajian ini menjadi dasar kebijakan pengembangan sport tourism dan industri olahraga, serta mendukung pencapaian target pembangunan nasional dalam RPJMN 2025–2029.  “Pada akhirnya, yang ingin kita bangun bukan hanya semakin banyak event olahraga, tetapi ekosistem industri olahraga Indonesia yang semakin kuat, berdaya saing, dan mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian serta kesejahteraan masyarakat,” pungkas Menteri Rachmat Pambudy.

Foto : Istimewa