Survei CELIOS: Bahlil dan Pigai Jadi Menteri dengan Kinerja Terburuk

Bahlil Lahadalia dan Natalius Pigai menempati posisi teratas sebagai menteri dengan kinerja terburuk menurut survei CELIOS pada 11 Oktober 2026/Foto : Dok. Istimewa Bahlil Lahadalia dan Natalius Pigai menempati posisi teratas sebagai menteri dengan kinerja terburuk menurut survei CELIOS pada 11 Oktober 2026/Foto : Dok. Istimewa

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menempati posisi terbawah dalam survei kinerja menteri pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang dirilis Center of Economic and Law Studies (CELIOS), 11 Oktober 2026.

Survei bertajuk Rapor 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran tersebut menggunakan data yang dikumpulkan pada 15 September hingga 9 Oktober 2026. Hasilnya menjadi bagian dari evaluasi terhadap kinerja kabinet menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Berdasarkan pemeringkatan CELIOS, Bahlil memperoleh skor minus 159, disusul Natalius Pigai dengan minus 158. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni berada di urutan berikutnya dengan skor minus 103.

Nama lain yang masuk daftar 10 pejabat kabinet dengan skor terendah adalah Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono (-47), Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (-43), Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid (-24), Menko PMK Pratikno (-17), Menteri Sosial Saifullah Yusuf (-17), Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (-16), dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon (-16).

Hasil survei tersebut mendapat tanggapan dari Wakil Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Ketua Komisi XII DPR RI, Melchias Markus Mekeng. Ia menduga penyelenggara survei memiliki agenda tersendiri terhadap Bahlil, yang juga menjabat Ketua Umum Partai Golkar.

“Iya mungkin mereka punya agenda tersendiri dan belum tentu mereka kalau dikasih jabatan seperti yang dipegang oleh Pak Bahlil mereka bisa melakukan seperti yang dilakukan oleh Pak Bahlil. Antara teori yang mereka belajar di sekolah belum tentu bisa di-apply pada kondisi real di lapangan,” kata Mekeng kepada wartawan, Selasa (13/10) lalu.

Mekeng menilai kinerja Bahlil sebagai Menteri ESDM sangat baik. Ia menyoroti upaya menjaga harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi agar tidak naik demi mempertahankan daya beli masyarakat.

“Saya melihat kinerja Bahlil sangat bagus karena dia berusaha untuk tetap menjaga harga BBM bersubsidi tidak dinaikkan untuk menjaga kondusifitas daya beli masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Mekeng menyebut Bahlil berupaya mencegah monopoli kegiatan usaha mineral dan batu bara (minerba), mendorong keterlibatan pengusaha lokal, serta menindak pelaku usaha yang tidak menjalankan bisnis secara semestinya.

Ia juga menyoroti upaya mencari solusi untuk menjaga ketersediaan BBM di tengah konflik di Selat Hormuz.

CELIOS Soroti Evaluasi Kinerja Kabinet

Direktur Eksekutif CELIOS Bhima Yudhistira sebelumnya menyebut Bahlil, Pigai, dan Raja Juli sebagai tiga menteri dengan penilaian terburuk dalam survei tersebut.

Hasil ini memperlihatkan perbedaan penilaian antara lembaga riset dan Partai Golkar terhadap kinerja Menteri ESDM. Survei CELIOS menjadi bahan evaluasi publik, sedangkan tanggapan Mekeng mencerminkan pandangan politikus Golkar terhadap kinerja ketua umumnya.