Awas! Ini 5 Tipe Teman yang Sebaiknya Dihindari dalam Islam

Syekh Az-Zarnuji dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim membahas terkait 5 tipe teman yang sebaiknya dihindari dalam Islam, salah satunya yang hobi bergosip (Al-Fattaan)/Foto : Ilustrasi Dok. Adobe Stock Syekh Az-Zarnuji dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim membahas terkait 5 tipe teman yang sebaiknya dihindari dalam Islam, salah satunya yang hobi bergosip (Al-Fattaan)/Foto : Ilustrasi Dok. Adobe Stock

Jakarta, GPriority.co.id – Memilih teman bukan sekadar mencari orang yang menyenangkan untuk diajak berbincang, tetapi juga mempertimbangkan pengaruhnya terhadap perilaku dan kehidupan sehari-hari. Dalam Islam, pergaulan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan karena kebiasaan dan karakter teman dapat memengaruhi seseorang.

Unggahan akun Instagram @fiqihwanita_ pada Jumat (16/10), mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam memilih teman atau menghindari toxic friend, yakni teman yang membawa pengaruh negatif. Unggahan tersebut merujuk pada nasihat Syekh Az-Zarnuji dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim tentang lima karakter teman yang sebaiknya dihindari.

“Teman yang buruk itu lebih berbahaya dari ular yang berbisa. Teman yang buruk bisa menjerumuskan kita pada neraka Jahim,” demikian pesan dalam unggahan tersebut.
Berikut lima tipe teman yang patut diwaspadai.

1. Al-Kaslaan: Teman yang Pemalas

Al-Kaslaan merujuk pada orang yang malas dan enggan berusaha. Kebiasaan ini dapat memengaruhi lingkungan pertemanan, terutama jika seseorang terus diajak menunda pekerjaan dan mengabaikan tanggung jawab. Sebaliknya, teman yang tekun dapat membantu mendorong kebiasaan positif.

2. Al-Mu’atthil: Suka Menyia-nyiakan Waktu

Tipe ini merujuk pada orang yang tidak memanfaatkan waktu dengan baik dan gemar menunda pekerjaan. Kebiasaan menunda-nunda dapat menghambat penyelesaian tugas, kegiatan belajar, maupun tanggung jawab lainnya.

3. Al-Miktsaar: Banyak Bicara Tanpa Manfaat

Al-Miktsaar menggambarkan orang yang terlalu banyak berbicara tanpa memberikan manfaat. Dalam pergaulan, kebiasaan tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan mendengarkan, menjaga ucapan, dan membicarakan hal-hal yang membangun.

4. Al-Mufsid: Pembuat Kerusakan

Al-Mufsid adalah orang yang gemar membuat kerusakan atau kekacauan. Perilaku ini dapat berupa merusak lingkungan, mengabaikan kebersihan, atau sengaja menciptakan masalah di tengah pergaulan. Sikap bertanggung jawab dan menjaga ketertiban menjadi hal penting dalam membangun hubungan yang sehat.

5. Al-Fattaan: Suka Membuat Fitnah

Al-Fattaan merujuk pada orang yang gemar menyebarkan fitnah dan memicu perselisihan. Perilaku tersebut dapat merusak kepercayaan, memecah hubungan pertemanan, serta menimbulkan konflik. Karena itu, penting untuk memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.

Pentingnya Memilih Lingkungan Pertemanan

Dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim, Syekh Az-Zarnuji juga menganjurkan seseorang memilih teman yang tekun, menjaga diri dari perilaku tercela, berwatak baik, dan mudah memahami persoalan. Nasihat ini menekankan pentingnya lingkungan yang mendukung pembentukan karakter positif.

Dengan demikian, menghindari perilaku buruk bukan berarti merendahkan orang lain. Setiap orang tetap dapat dinasihati dengan baik, sembari menjaga diri agar tidak ikut melakukan tindakan yang merugikan.