Gegara 2 Alasan Ini Sandi Meluncur Ke Jambi

Jambi,gpriority.co.id-Jambi memiliki kekayaan alam yang beraneka ragam dan bisa dimanfaatkan sebagai destinasi alam. Tak hanya itu, Jambi juga dikenal sebagai daerah yang memiliki potensi alam yang bisa dimanfaatkan oleh para pelaku ekonomi kreatif.
Dua alasan itulah yang membuat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mendatangi Jambi pada Rabu (2/3/2022). Kehadiran Mas Menteri begitu Sandiaga Uno disapa mendapat respon yang sangat positif dari masyarakat. Bersama Gubernur Jambi dan para kepala daerah, masyarakat turut menyambut Mas Menteri.
Mas Menteri merasa terharu dengan sambutan ini dan mengucapkan terima kasih. Setelah itu Mas Menteri langsung menyosialisasikan Keputusan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kepmen) Nomor KM/107/KD.03/2021 Tahun 2021 tentang Panduan Pengembangan Desa Kreatif kepada Asosiasi Desa Kreatif Indonesia (ADKI) di Provinsi Jambi.
“Sosialisasi ini dilakukan agar pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dapat memaksimalkan pengembangan potensi desa di wilayah masing-masing. Sehingga nantinya desa kreatif ini dapat menjadi kekuatan dan penopang pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” tukas Mas Menteri.
Mas Menteri meyakini bahwa jika desa-desa di Indonesia diberikan program yang tepat sasaran dan tepat guna, sesuai dengan panduan yang sudah ditetapkan, maka nantinya desa-desa ini yang akan membangun Indonesia agar lebih sejahtera.
“Sosialisasi Kepmen kami mengenai desa kreatif ini dilakukan karena kami meyakini bahwa kalau kita memberdayakan desa dengan pembangunan yang sangat tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu ini bukan kita yang membangun desa, tapi desa yang membangun Indonesia,” ujar Mas Menteri.
Untuk desa kreatif sendiri akan difokuskan pada dua hal, yang pertama adalah mendorong transformasi desa berbasis komoditas menjadi desa kreatif, melalui penciptaan nilai tambah produk komoditas tersebut, dengan sentuhan kreativitas. Kemudian yang kedua yaitu mendorong pengembangan desa kreatif unggulan, yang mampu menciptakan produk dan karya kreatif unggulan, berkualitas tinggi.
“Oleh karena itu, kita lihat desa-desa kreatif memiliki produk-produk unggul, ada yang kopi, ada fesyen. Dan UMKM ini adalah tulang punggung ekonomi kita, karena 97 persen lapangan kerja kita ditopang oleh UMKM. Dan kalau kita bicara inflasi, yang akan menyelesaikannya adalah para UMKM, karena jika mereka efisien maka mereka bisa meredam gejolak dari kenaikan harga pangan yang sekarang kita alami,” ujarnya.
Mas Menteri berharap desa kreatif ini akan mampu menjadi solusi dari permasalahan ekonomi Indonesia, baik dalam hal penciptaan lapangan kerja, peluang usaha, hingga pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat dan menyetabilkan harga pangan. Karena tidak sedikit desa kreatif yang mengembangkan konsep berbasis pertanian.
“Jadi harapannya melalui desa kreatif akan mampu menjadi solusi dari permasalahan ekonomi yang kita hadapi,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Menparekraf Sandiaga turut menyaksikan pelantikan Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Desa Kreatif Indonesia (ADKI) Provinsi Jambi periode 2022-2026.
Di samping itu, Menparekraf Sandiaga pun sudah berencana merancang konsep trail of civilization di Provinsi Jambi. Sebelumnya, pola perjalanan ini telah diterapkan di kawasan Candi Borobudur. Hal ini dikarenakan, Provinsi Jambi adalah provinsi yang memiliki sejarah institusi pendidikan tertua di Indonesia yaitu kompleks Candi Muaro Jambi.
“Kami ingin mengembangkan trail of civilization dan ternyata jejak peradabannya ada di Jambi,” ucap Sandiaga.
Gubernur Jambi, Al Haris, menyambut baik Kepmen Nomor KM/107/KD.03/2021 Tahun 2021. Menurutnya ini menjadi harapan bagi masyarakat desa untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka. Terlebih, desa kreatif memunculkan produk ekraf yang unggul di masing-masing desa.
“Pemprov Jambi memiliki program namanya UKM (Usaha Kreatif Milenial), untuk membantu anak muda di Jambi yang berani buka usaha start up. Mungkin ini juga bisa membantu apa yang ingin diwujudkan Pak Menteri melalui Kepmen. Jadi masyarakat di Jambi nantinya tidak hanya mengandalkan satu sektor saja yakni sawit, tapi menjadi masyrakat kreatif membangun ekonomi melalui pengembangan desa,” tutup Al Haris.(Hs.Foto.Kombik Kemenparekraf)