Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terus memantau kondisi warga negara Indonesia (WNI) di Yaman dan Arab Saudi menyusul meningkatnya situasi keamanan di kawasan tersebut. Pemantauan dilakukan melalui sejumlah perwakilan diplomatik Indonesia untuk memastikan keselamatan WNI.
Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl Achmad Mulachela mengatakan pemerintah Indonesia berharap perkembangan situasi di Timur Tengah dapat diselesaikan melalui cara damai dan tidak berkembang menjadi eskalasi konflik yang lebih luas.
“Kemudian tadi pertanyaan mengenai yang terakhir yang terkait dengan kondisi di Yaman, memang ini isu yang kita lihat bahwa pada dasarnya kita mengharapkan situasi di Timur Tengah ini bisa diselesaikan secara damai, jika mendorong adanya deeskalasi konflik,” kata Nabyl di Kantor Kemlu, Kamis (17/9).
Dalam upaya pelindungan WNI di Yaman, Kemlu mengandalkan pemantauan melalui KBRI Muscat. Perwakilan tersebut memiliki wilayah kerja yang mencakup Yaman. Sementara untuk Arab Saudi, pemantauan dilakukan melalui KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah.
“Dan terkait dengan isu pelindungan WNI sendiri, kita perlu melakukan pemantauan KBRI yang berada di Muscat yang saat ini mencakup wilayah Yaman, wilayah kerjanya dan juga KBRI Riyadh dan KJRI Jeda untuk memastikan kondisi WNI yang berada di sana,” ujar Nabyl.
Kemlu sebelumnya juga mengimbau WNI di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan setelah adanya serangan yang diduga dilakukan kelompok Houthi dari Yaman. Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah meminta WNI mengikuti instruksi resmi pemerintah setempat.
“Perwakilan RI di Arab Saudi mengimbau WNI untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi resmi Arab Saudi,” kata Heni.
Heni juga memastikan belum ada laporan WNI yang terdampak bahaya dalam insiden tersebut. Perwakilan RI terus memantau perkembangan dan berkoordinasi dengan otoritas setempat.
Selain perkembangan di Yaman, Kemlu menyampaikan terdapat 77 WNI di Makkah, tetapi tiga orang telah keluar dari wilayah tersebut. Dengan demikian, masih terdapat 74 pelajar WNI di Makkah.
“WNI di kota Makkah ada 77 orang tetapi yang tiga orang sudah bisa keluar. Jadi masih ada 74 pelajar,” ujar Nabyl.
Kemlu mengingatkan WNI untuk terus memperhatikan perkembangan situasi keamanan, mengikuti arahan pemerintah setempat, serta memanfaatkan layanan perwakilan RI apabila menghadapi keadaan darurat.
