Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) membuka peluang investasi pembangunan jaringan kereta api setelah menerima tawaran dari PT Indonesia Transit Synergy (INTRA).
Rencana tersebut dinilai sejalan dengan arah pembangunan transportasi nasional menuju Indonesia 2045, sekaligus diharapkan memperkuat konektivitas dan sistem logistik di Kaltara.
Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menyambut rencana investasi tersebut dalam pembahasan pembangunan jaringan perkeretaapian di Jakarta. Pemprov Kaltara menilai kehadiran jalur kereta api dapat menjadi bagian dari pengembangan kawasan produksi, industri, pertambangan, hingga pelabuhan.
“Dalam konteks itulah saya memandang rencana pembangunan jaringan kereta api di Indonesia, khususnya di Kalimantan Utara, membutuhkan terobosan infrastruktur berskala besar yang membangun kawasan produksi, baik itu pada sektor pertambangan maupun sektor industri dan pelabuhan,” kata Zainal.
Tawaran investasi tersebut disampaikan PT INTRA dengan nilai pembangunan sekitar Rp20 triliun hingga Rp25 triliun. Skema yang ditawarkan mengandalkan pembiayaan investor sehingga proyek tersebut tidak direncanakan menggunakan anggaran pemerintah daerah.
Bagi Pemprov Kaltara, rencana tersebut juga berkaitan dengan target pengembangan jaringan perkeretaapian nasional hingga 2045. Karena itu, pemerintah daerah membuka ruang pembahasan dengan dunia usaha untuk melihat kebutuhan angkutan serta kelayakan investasi sebelum proyek masuk ke tahapan berikutnya.
Selain mendukung konektivitas, Gubernur Zainal menyebut penggunaan kereta api untuk mengangkut komoditas dalam jumlah besar berpotensi menekan biaya logistik.
Dalam pembahasan tersebut, penghematan biaya angkutan diperkirakan dapat mencapai 30 hingga 50 persen dibandingkan penggunaan moda angkutan tertentu saat ini. Angka tersebut merupakan proyeksi yang disampaikan dalam pembahasan, bukan penghematan yang telah terealisasi.
“Semangat yang harus kita lakukan adalah win-win solution. Pembangunan infrastruktur raksasa hanya akan terwujud apabila terdapat rasa saling percaya dan komitmen yang kuat antara pengembang dan dunia usaha,” ujar Zainal.
25 Perusahaan Diundang Bahas Kereta Api Kaltara
Pembahasan dilanjutkan melalui Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (16/9). Sebanyak 25 perusahaan diundang untuk membahas potensi kebutuhan jaringan kereta api, terutama dari sektor pertambangan dan perkebunan.
Perusahaan tersebut terdiri atas PT Indonesia Transit Synergy (INTRA), PT Benamakmur Selaras Sejahtera, PT Rapak Anugerah Prima Coal, PT Kayan Kaltara Coal, PT Moa Maju Kurnia Utama, PT Duta Tambang Rekayasa, PT Nunukan Bara Sentosa 1, PT Artha Marth Naha Kramo, PT Baradimika Mudasukses, PT Kayan Putra Utama Coal, PT Mitrabara Adiperdana, PT Pesona Khatulistiwa Nusantara, PT Delma Mining Corporation, PT Mandiri Intisari Perkasa, Abdi Boneo Plantations, Pipit Mutiara Indah, Primabahagia Permai, Citra Sawit Lestari, Kayan Plantation, Karangjuang Hijau Lestari, Nunukan Sawit Mas, Sebuku Inti Plantation, Tirta Madu Sawit Jaya, Bhumi Simanggaris Indah, dan Nunukan Jaya Lestari.
Pemprov Kaltara menekankan aspek kelayakan investasi, kebutuhan dunia usaha, serta keberlanjutan lingkungan dalam pembahasan proyek. Gubernur Zainal berharap rencana tersebut dapat ditindaklanjuti melalui kajian dan koordinasi dengan pihak terkait.
