Jakarta,GPriority.co.id-Siapa yang tidak tahu merek jam Rolex. Ya, merek jam ini sudah pasti dikenal seluruh dunia karena predikat kemewahannya.
Namun di balik itu, ternyata jam asal Swiss tersebut memiliki permasalahan yang tidak mungkin terjadi kalau di pikir secara logika.
Dilansir akun istagram @friendchised dalam postingannya bahwa penghasilan 13 miliar jam Rolex tapi gak ada keuntungannya. Benarkah demikian?simak penjelasannya!
Sejak tahun 2021, Rolex punya penghasilan 13 miliar dan masih tidak menghasilkan keuntungan. Bahkan di tahun – tahun sebelumnya Rolex juga tidak menghasilkan keuntungan.
Kenyataanya Rolex merupakan perusahaan Non profit, tidak ada investor dan tidak ada pemegang saham.
Awalnya, Rolex ditemukan di tahun 1908 oleh Hans Wilsdorf, yang sudah menjadi yatim-piatu di umur 12 tahun bersama dua saudaranya. Hingga disekolahkan oleh pamannya mereka menjadi murid yang cemerlang.
Kemudian di umur 19 tahun, Hans mendapat pekerjaan pertamanya di Perusahaan jam Swiss di London 1903. Singkat cerita akhirnya Hans mendirikan perusahaannya sendiri yang Bernama Wilsdorf & Davis Company pada 1905.
Lalu, pada tahun 1919 Hans memindahkan perusahaannya dari London ke Geneva Switzerland. Karena taxnya lebih rendah, seharusnya Rolex di branding sebagai ‘jam murah’.
Lebih lanjut, setelah isterinya meninggal dia membuat sebuah Yayasan yang bernama Hans Wilsdorf Fondation. Hingga pada akhirnya Hans juga mengikuti jejak sang istri, ia menyerahkan Rolex 100% ke yayasannya.
Kenyataan itu membuat kita tidak pernah tahu profit dan detail perusahaan Rolex.(Da.Foto:istimewa)
