Banjir Kritik, Inilah 6 Kompilasi Kontroversi Olimpiade Paris 2024

Jakarta, GPriority.co.id – Olimpiade Paris 2024 di tahun ini banyak mendapatkan sorotan juga kecaman dari berbagai warga di dunia. Bahkan kontroversi yang terjadi juga sudah berlangsung dari awal pembukaan salah satu acara komeptisi olahraga terbesar itu.

Bahkan Olimpiade di tahun ini juga disebut menjadi edisi yang paling memorable dalam sejarah. Rentetan kontroversi pun bermunculan mulai dari panitia acara, hingga oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab serta dinilai mata duitan.

Berikut 6 kompilasi kontroversi selama Olimpiade Paris 2024 berlangsung, sejauh ini.

  • Upacara pembukaan yang menghina agama

Dalam upacara pembukaan Olimpiade Paris 2024, terdapat satu adegan dimana para aktor dengan dandanan queer, disebut menggambarkan reka ulang Penjamuan Terakhir. Sontak, hal tersebut pun dianggap tidak menghormati ajaran agama, dan menyinggung banyak umat Kristen.

  • Carolina Marin cedera, hingga Gregoria Mariska dapat medali

Atlet bulu tangkis asal Spanyol, Carolina Marin, mengalami cedera saat berhadapan dengan He Bing Jiao dalam semifinal. Dirinya pun tak sanggup lanjut ke babak perebutan perunggu. Alhasil, medali perunggu pun diberikan kepada atlet Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, meski sempat di kritik oleh Asosiasi Bulu Tangkis Spanyol.

  • Atlet triathlon muntah 10 kali dan sakit

Sungai Seine, salah satu venue Olimpiade Paris 2024 menjadi sorotan terutama soal kualitasnya. Sungai Seine merupakan venue untuk cabang olahraga triathlon (lari, sepeda, renang). Atlet Triathlon Tyler Mislawchuk tak kuasa menghadapi air Sungai Seine hingga harus muntah-muntah, begitupun dengan atlet lainnya yang sakit usai berjuang di kompetisi tersebut.

  • Tombol waktu panjat tebing rusak

Desak Made, atlet panjat tebing Indonesia harus mengulang ronde kualifikasi usai terdapat kesalahan teknis. Saat berlaga dengan wakil Prancis, Capucine Viglione, Desak melesat jauh dan sempat unggul. Namun ia harus mengulangi pertandingan gegara tombol pencatat waktu tidak berfungsi.

  • Atlet renang peraih medali emas tidur di taman

Thomas Ceccon, atlet renang peraih medali emas, tertangkap kamera sedang tidur di taman. Atlet asal Italia itu sempat mengeluhkan kondisi kampung atlet yang dinilai tidak kondusif. Bahkan pendingin ruangan pun tidak disediakan. Makanan pun juga kurang pas untuk atlet yang harus terpenuhi asupan gizinya.

  • 2 insiden kemalingan yang merugikan

Insiden kemalingan pertama dialami oleh atlet BMX Australia, Logan Martin, yang kemalingan saat timnya berada di Belgia dalam perjalanan ke Paris. Timnya kehilangan beberapa tas dan dompet. Kedua, dialami oleh Tim Bulu Tangkis Indonesia. Manajernya, Armand Darmadji kemalingan usai kena modus ban kempis. Timnya pun kehilangan uang dengan total Rp950 juta.

Foto : Getty Images