Jakarta, GPriority.co.id – HYROX akhirnya buka suara mengenai kontroversi Joanna Wietrzyk, atlet Australia yang tetap melanjutkan perlombaan meski mengalami bowel incontinence atau kehilangan kendali buang air besar saat mengikuti HYROX Beijing 2026, Sabtu (12/9) lalu.
Joanna tetap menyelesaikan lomba dan keluar sebagai pemenang kategori Women’s Pro dengan catatan waktu 1 jam 1 menit 23 detik. Insiden tersebut kemudian viral di media sosial dan memicu perdebatan mengenai kebersihan, keselamatan peserta, serta keputusan penyelenggara yang membiarkan perlombaan berlanjut.
Sorotan muncul karena HYROX merupakan kompetisi kebugaran yang menggabungkan lari dengan berbagai latihan fungsional menggunakan peralatan bersama. Dalam kasus tersebut, publik mempertanyakan bagaimana atlet tetap dapat melanjutkan lomba ketika terjadi kontaminasi di lintasan dan sejumlah peralatan.
HYROX dalam pernyataan resminya mengakui insiden tersebut menimbulkan ketidakjelasan dalam penerapan protokol. Organisasi itu menyebut sebenarnya telah memiliki prosedur terkait kontaminasi biologis dan penanganan medis.
“HYROX memiliki prosedur yang jelas terkait kontaminasi biologis dan penanganan medis. Dalam kejadian ini, muncul situasi yang tidak terduga sehingga protokol yang dirancang untuk kompetisi elite dan partisipasi massal menjadi tumpang tindih. Hal itu menciptakan ambiguitas mengenai bagaimana protokol tersebut diterapkan dan dipahami,” demikian pernyataan HYROX yang dikutip dari Instagram @hyroxworld.
HYROX juga mengatakan kekhawatiran dan kritik dari komunitas merupakan hal yang sah. Penyelenggara menyatakan akan mendengarkan masukan, memeriksa kejadian tersebut, serta melakukan perbaikan terhadap prosedur yang berlaku.
Namun, HYROX meminta agar kemarahan tidak diarahkan kepada Joanna sebagai atlet.
“Frustrasi tidak seharusnya ditujukan kepada para atlet. Mereka adalah orang-orang yang mempertaruhkan diri, berkompetisi di level tertinggi, dan membuat olahraga ini menjadi seperti sekarang,” tulis HYROX dalam pernyataannya.
HYROX juga mengecam ancaman kekerasan maupun ajakan menyakiti atlet. Penyelenggara menegaskan siapa pun yang terbukti melakukan perilaku negatif tersebut melalui komentar, pesan langsung, maupun media sosial akan dilarang secara permanen mengikuti seluruh acara HYROX.
Sementara itu, HYROX China menyatakan area dan lintasan yang terdampak telah ditutup serta menjalani proses disinfeksi. Peralatan yang terdampak juga dikeluarkan dari arena, sementara penggantian karpet dan pembersihan menyeluruh dilakukan setelah rangkaian pertandingan berakhir.
Kontroversi Joanna Wietrzyk di HYROX Beijing kini tidak hanya menjadi perdebatan mengenai ketangguhan atlet, tetapi juga mendorong pertanyaan tentang standar kebersihan, protokol medis, dan konsistensi aturan dalam kompetisi kebugaran berintensitas tinggi.
