Jakarta, GPriority.co.id – Produsen mobil asal Jepang, Nissan, dikabarkan sedang di ambang kebangkrutan usai penjualannya terus menurun.
Nissan mengalami penurunan penjualan 3,8 persen secara global, 14,3 persen di China, hingga 2,8 persen di Amerika Serikat.
Sebagai informasi, China dan AS merupakan 2 pasar utama penjualan Nissan. Penurunan tersebut membuat Nissan kini berada di ambang kebangkrutan.
Kabarnya, Nissan juga hanya punya waktu 1 tahun untuk bertahan dari kebangkrutan. Hal ini diungkap oleh salah satu eksekutif di Nissan.
“Kami hanya punya 12 atau 14 bulan untuk bertahan. Ini akan sangat berat. Dan pada akhirnya, kita butuh Jepang dan Amerika Serikat untuk menghasilkan pendapatan kami,” ungkap pihak Nissan.

Akibatnya, Nissan pun harus mengambil sejumlah kebijakan untuk permasalahan di ambang kebangkrutan ini.
Pertama, Nissan memangkas biaya sebesar $2,6 miliar atau setara dengan Rp41,36 triliun.
Lalu Nissan juga mem-PHK 9.000 karyawannya, mengurangi 20 persen kapasitas produksi global, menjual saham di Mitsubishi, hingga menunda peluncuran model baru.
Gaji dari Kepala Eksekutif Nissan Makoto Uchida, juga sampai harus dipotong 50 persen.
Disamping itu, Kepala Keuangan Nissan Stephen Ma, memutuskan pensiun.
Nissan Bakal Diambil Alih Honda?
Di tengah krisis tersebut, Honda disebut berpotensi menjadi investor utama Nissan.
Apalagi saat ini Nissan sedang bekerja sama dengan Honda dalam mengembangkan kendaraan listrik.

Menurut Carlos Ghosn, Mantan CEO Nissan, kerja sama Honda dan Nissan berpotensi menjadi langkah awal Honda untuk mengambil alih perusahaan otomotif tersebut.
Walaupun belum terbukti, kondisi yang dialami Nissa saat ini membuat hal tersebut mungkin saja terjadi.
Namun, hingga saat ini Nissan belum memberikan pernyataan lebih lanjut terkait hal tersebut.
Foto : Nissan
