Jakarta, GPriority.co.id – Kasus viral Hyundai Ioniq 5 milik kreator konten Tiktok Aa Juju kembali menjadi sorotan setelah dirinya mengungkap persoalan yang dialami kendaraan usai digunakan dalam kondisi parkir paralel.
Persoalan tersebut bahkan berujung cekcok dengan pihak sales di dealer Hyundai Fatmawati, yang diketahui bernama Widay Markus.
Dalam video yang beredar, Aa Juju mengaku sebelumnya telah menanyakan secara khusus mengenai kemampuan mobil untuk parkir paralel. Setelah kendaraan digunakan, ia kemudian mengalami sejumlah kendala, termasuk persoalan pengisian daya dan aki 12 volt.
“Ini mobil bikin gue sampai berobat ke psikolog karena bikin gue stres. Udah gitu aftersales-nya juga bikin gue stres,” ujar Aa Juju dalam unggahannya.
Selain itu, ia juga mempertanyakan kondisi mobil setelah digunakan dalam posisi netral untuk parkir paralel.
“Jadi mobil gue langsung ganti aki karena akinya tuh habis katanya. Jadi tuh mobil ini tuh nggak disaranin buat parkir paralel, gila nggak lu?” lanjutnya.
Polemik kemudian melebar setelah Aa Juju mendatangi dealer Hyundai Fatmawati untuk meminta penjelasan. Dalam pemberitaan yang beredar, pihak Hyundai Indonesia telah menyampaikan permohonan maaf dan menyatakan melakukan investigasi terhadap pengalaman konsumen tersebut.
Head of Brand Interactive Hyundai Motors Indonesia, Rouli Sijabat, mengatakan, “Atas nama Hyundai Indonesia, kami menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas ketidaknyamanan dan situasi yang dialami oleh pelanggan kami, baik terkait pengalaman penggunaan produk maupun layanan dari tim sales & aftersales kami.”
Lalu, apakah semua mobil listrik rentan saat parkir paralel?
Dihimpun dari berbagai sumber media otomotif kredibel, jawabannya tidak bisa digeneralisasi. Mobil listrik memiliki sistem elektronik, pengunci parkir, dan pengelolaan daya yang berbeda-beda sesuai desain masing-masing model. Karena itu, pemilik wajib mengikuti prosedur dalam buku manual kendaraan.
Kasus Ioniq 5 juga tidak otomatis berarti seluruh mobil listrik tidak boleh parkir paralel. Manual Hyundai menjelaskan prosedur khusus ketika kendaraan perlu berada pada posisi N (Neutral), termasuk untuk kebutuhan pemindahan atau towing.
Artinya, masalah utama bukan sekadar “mobil listrik parkir paralel”, melainkan bagaimana sistem kendaraan dirancang dan prosedur penggunaan posisi N diterapkan.
Cara merawat mobil listrik agar aman
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pemilik mobil listrik, antara lain :
1. Baca buku manual. Jangan mengandalkan informasi dari media sosial atau asumsi mengenai posisi N, parkir, dan towing.
2. Servis berkala. Hyundai mewajibkan pemilik melakukan perawatan sesuai buku servis di bengkel resmi selama masa garansi.
3. Perhatikan baterai 12 volt. Jangan mengabaikan peringatan kelistrikan karena baterai 12 volt memiliki fungsi penting dalam sistem kendaraan.
4. Gunakan layanan resmi ketika terjadi masalah. Hyundai menyediakan layanan darurat, termasuk towing, jumper battery, diagnostik, hingga mobile charging di wilayah tertentu.
5. Jangan melakukan towing sembarangan. Manual Hyundai memberikan ketentuan khusus mengenai metode towing untuk mencegah kerusakan komponen kendaraan.
Kasus Hyundai Ioniq 5 Aa Juju dapat menjadi pengingat bahwa kendaraan listrik membutuhkan edukasi penggunaan yang lebih detail, baik bagi konsumen maupun tenaga penjual. Selain itu, kasus ini juga menjadi pelajaran untuk pihak dealer dalam memperbaiki after salesnya.
