Norwegia Tolak Lawan Israel di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Norwegia Tolak Lawan Israel di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Norwegia Tolak Lawan Israel di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Jakarta, GPriority.co.id – Asosiasi Sepakbola Norwegia (NFF) menolak timnasnya bertanding melawan Israel dalam kualifikasi Piala Dunia 2026.

Hal ini dikarenakan Norwegia bersimpatik terhadap konflik yang terjadi di Gaza, Palestina. Presiden NFF, Lise Klaveness, meminta UEFA menjatuhkan sanksi kepada Israel atas serangan terhadap penduduk sipil Gaza sejak Oktober 2023, yang telah menewaskan lebih dari 45 ribu orang.

Norwegia, yang tergabung dalam Grup I bersama Israel, Estonia, dan Moldova, dijadwalkan bertanding di Israel pada 26 Maret 2025 dan menjamu Israel pada 11 Oktober 2025 mendatang.

Klaveness menegaskan dukungan NFF terhadap pemerintah Norwegia dalam mendesak penghentian serangan tidak proporsional di Gaza, Palestina.

Klaveness juga menyatakan bahwa situasi ini sulit bagi Norwegia, bukan hanya dari perspektif olahraga.

Ia menekankan pentingnya memantau perkembangan bersama FIFA, UEFA, dan otoritas Norwegia.

Sebelumnya, Norwegia juga memprotes terpilihnya Arab Saudi sebagai tuan rumah Piala Dunia 2023, mengkritik pelanggaran hak asasi manusia di negara tersebut.

Posisi NFF menyoroti komitmennya terhadap isu kemanusiaan dalam konteks sepak bola internasional.

Kendati demikian, Klaveness mengatakan jika Israel tetap menjadi bagian dari kompetisi UEFA.

“Israel masih menjadi bagian dari kompetisi UEFA (Persatuan Asosiasi Sepak Bola Eropa). Kami harus mengatasinya. Kami memantau situasi ini secara ketat bersama FIFA, UEFA, dan otoritas Norwegia,” jelasnya.

Hubungan Norwegia-Israel Memburuk

Norwegia secara resmi mengakui kenegaraan Palestina berdasarkan perbatasan, sebelum tahun 1967 pada bulan Mei.

Saat itu Norwegia mengatakan bahwa hanya solusi dua negara dan penghormatan terhadap hukum internasional yang dapat memberikan stabilitas dan keamanan di Timur Tengah.

Norwegia juga berulang kali mengutuk “perang brutal” yang dilakukan Israel di Gaza, yang menurutnya merupakan “pelanggaran terhadap aturan perang.”

Hubungan antara negara Eropa dan Tel Aviv sejak itu terus memburuk. Oslo juga berulang kali menyerukan gencatan senjata segera terhadap perang Israel di Gaza. 

Selain itu, Norwegia juga sempat menarik investasinya dari perusahaan telekomunikasi terbesar di Israel. Hal ini dikarenakan adanya perluasan pemukiman di Tepi Barat.

Foto : Mine Campus