Jakarta, GPriority.co.id – Gen Z dikenal sebagai salah satu generasi yang paling bucin terhadap pacarnya.
Dibandingkan generasi lain, kisah cinta Gen Z yang tumbuh pada perkembangan zaman yang semakin pesat ini memang seringkali menjadi sorotan.
Di aplikasi TikTok misalnya, banyak Gen Z yang membagikan kisah percintaannya dan seolah memegang prinsip ‘dunia hanya milik kita berdua’.
Namun tahukah anda, sebuah survei terbaru yang dilakukan oleh aplikasi pertemanan online Yuzu, justru mematahkan stigma tersebut.
Sebagai informasi, survei ini dilakukan oleh Yuzu terhadap anak muda Asia. Hasilnya, 87 persen responden Gen Z lebih memprioritaskan teman dibandingkan pacarnya sendiri.
Berdasarkan survei Yuzu, para responden tersebut juga mengaku ogah terlibat dalam hubungan yang romantis alias bucin.
Dari survei Yuzu ini, kita dapat melihat pergeseran preferensi Gen Z untuk menjadikan komunitas dan dukungan dari teman-teman sebagai landasan kehidupan sosial mereka.
Selain itu, para responden Gen Z tersebut juga memilih untuk lebih fokus terhadap hubungan pertemanannya, dibandingkan dengan kisah cintanya.

Tren ini juga diperkuat dengan diskusi anti-pick me. Survei ini juga menegaskan bahwa persahabatan dianggap lebih memuaskan dibandingkan hubungan romantis.
Meski mungkin kesepian seringkali dirasakan oleh Gen Z, nyatanya banyak dari mereka yang lebih memilih untuk bersandar pada teman-teman mereka dan membangun jaringan pertemanan yang lebih luas.
Para responden Gen Z yang mengikuti survei tersebut juga memandang jika persahabatan memberikan rangsangan dan dukungan emosional yang lebih penting.
Bukan hanya untuk mereka yang lajang, tetapi juga untuk mereka yang telah berpasangan, hubungan pertemanan yang solid dirasa lebih dapat membuat kehidupan mereka stabil.
Stigma Gen Z di Mata Masyarakat

Meski survei tersebut mungkin mempengaruhi pandangan kita kepada Gen Z, namun dewasa ini Gen Z menjadi salah satu generasi yang paling mendapat banyak stigma dari masyarakat.
Positifnya, Gen Z dianggap sebagai generasi yang punya ambisi kuat. Namun negatifnya, Gen Z dianggap sebagai generasi yang ingin serba instan, cenderung lebih cuek dengan lingkungan sekitar, hingga suka flexing atau membandingkan pencapaian dirinya dengan orang lain.
Lalu, setujukah anda dengan stigma untuk para Gen Z tersebut?
Foto : Ilustrasi/iStock
