Jakarta, GPriority.co.id – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Trans7, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (15/10).
Aksi ini merupakan buntut dari tayangan program Xpose Uncensored yang dinilai menyinggung kehidupan santri di pondok pesantren.
Pantauan GPriority di lokasi menunjukkan massa mulai memadati area sekitar pukul 09.20 WIB.
Ribuan peserta aksi yang didominasi warga Nahdliyin tampak kompak mengenakan pakaian putih dan bersarung.
Dari atas mobil komando, sejumlah orator PWNU DKI Jakarta menyerukan seruan boikot terhadap Trans7.
“Boikot! Hidup NU!” teriak massa aksi secara bergantian, diiringi lantunan selawat.
Aksi yang bertajuk “Silaturahmi & Meruwat Trans7” ini dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WIB dan berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian.
PWNU DKI Jakarta menegaskan aksi tersebut bukan sekadar unjuk rasa, tetapi bentuk penegasan bahwa martabat santri dan pesantren harus dihormati.
Dalam pernyataan resminya, PWNU DKI Jakarta menyampaikan enam tuntutan kepada pihak Trans7 dan CT Corp, yakni:
• Mendesak Dewan Pers memberikan sanksi tegas kepada Trans7.
• Meminta Chairul Tanjung selaku pendiri CT Corp dan jajaran direksi Trans7 bertanggung jawab dengan meminta maaf, memberikan klarifikasi, serta melakukan pembenahan produksi tayangan.
• Menyerukan warga Nahdliyin dan alumni pesantren di Jabodetabek untuk memboikot seluruh produk CT Corp hingga tuntutan dipenuhi.
• Mengajak seluruh elemen pesantren menggelar aksi serupa di depan Gedung Trans7 pada 15 Oktober 2025.
• Meminta Trans7 menayangkan permohonan maaf selama tujuh hari di waktu prime time.
• Meminta Trans7 menjelaskan profil rumah produksi yang membuat tayangan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Trans7 maupun CT Corp belum memberikan tanggapan resmi atas tuntutan tersebut.
