Bangga Menjadi Anak Sultra

Penulis : Haris | Editor : Lina F | Foto : Biro Adpim Kutim

Batam, GPriority.co.id-Bangga menjadi anak Sulawesi Tenggara (Sultra), itulah kata pembuka yang diucapkan oleh Gubernur H. Ali Mazi, SH., menghadiri dan melantik Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST) Provinsi Kepulauan Riau dan Pengurus Daerah Kota Batam, di Batam, 28 Mei 2023.

Menurut Ali Mazi yang juga pendiri KKST, masyarakat Provinsi Sulawesi Tenggara patut berbangga, karena saat ini masyarakat etnis lokal Sulawesi Tenggara yang terdiri lima suku besar; Buton, Muna, Tolaki, Mekongga dan Morenene, dapat dikatakan ada hampir di semua wilayah Nusantara serta telah banyak berperan di berbagai kegiatan dan bidang pembangunan, antara lain; Pemerintahan, Hukum, Ekonomi, Jasa dan lain sebagainya), dan di semua tingkatan lokal, regional, nasional dan internasional.

“Masyarakat Provinsi Sulawesi Tenggara percaya keberadaan putra-putri asal Sulawesi Tenggara dengan segala potensi yang dimilikinya dapat dioptimalkan sebagai modal berharga untuk mewujudkan kemajuan pemerintahan dan pembangunan yang mensejahterakan masyarakat bangsa dan negara kita tercinta,” ujar Gubernur Ali Mazi.

Sehubungan dengan itu, Gubernur Ali Mazi mengharapkan kepada pengurus wilayah dan pengurus daerah, untuk menjadikan KKST Provinsi Kepri dan Kota Batam sebagai :

Yang pertama, wadah memperat ikatan tali silaturahmi dan rasa persaudaraan sesama rumpun masyarakat Sulawesi Tenggara, tanpa memandang perbedaan agama, suku, adat dan budaya serta bahasa, guna menggapai kemajuan bersama, dilandasi oleh pemikiran “Aku Bangga Menjadi Anak Sultra”.

Kedua, wadah komunikasi dan koordinasi masyarakat Sulawesi Tenggara dalam menangkal upaya-upaya provokasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab yang ingin menciptakan kondisi dan situasi yang tidak menguntungkan, yang berpotensi merusak citra dan nama baik masyarakat asal Sulawesi Tenggara di Provinsi Kepulauan Riau dan Kota Batam ini.

Dan terakhir, motor penggerak untuk mendorong masyarakat asal Sulawesi Tenggara yang tinggal dan menetap di daerah ini mengambil peran lebih besar sesuai dengan kapasitas masing-masing, dan bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat Kepri dan Kota Batam, dalam mendukung kebijakan pembangunan daerah dan nasional yang menyejahterakan seluruh lapisan masyarakat.

“Secara khusus saya menitip pesan harapan kepada masyarakat Sulawesi Tenggara, meskipun tinggal di luar Sulawesi Tenggara, kita harus senantiasa menjaga dan melestarikan budaya daerah yang menjadi identitas masyarakat Sulawesi Tenggara, sebagai bagian dari kekayaan khasanah budaya Bangsa Indonesia,” ujar Gubernur Ali Mazi menutup sambutannya.