BRIN dan UNDIP Perkuat Riset Material Berkelanjutan

The 12th International Symposium on Applied Chemistry dan The 7th International Conference on Chemical and Material Engineering (ISAC-ICCME 2026) berlangsung di BRIN M.H. Thamrin, 14-15 Oktober 2026 The 12th International Symposium on Applied Chemistry dan The 7th International Conference on Chemical and Material Engineering (ISAC-ICCME 2026) berlangsung di BRIN M.H. Thamrin, 14-15 Oktober 2026

Jakarta, GPriority.co.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Universitas Diponegoro (UNDIP) memperkuat kolaborasi penelitian di bidang kimia dan material berkelanjutan melalui penyelenggaraan The 12th International Symposium on Applied Chemistry dan The 7th International Conference on Chemical and Material Engineering (ISAC-ICCME 2026).

Kegiatan bertema “Sustainable Materials Chemistry: Bridging Innovation, Industry, and Environment” ini berlangsung pada 14–15 Oktober 2026 di Gedung B.J. Habibie BRIN, Jakarta Pusat, serta disiarkan melalui kanal YouTube BRIN. Forum tersebut mempertemukan peneliti, akademisi, mahasiswa, dan praktisi industri untuk mendorong inovasi material yang efisien, ramah lingkungan, dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Kepala Pusat Riset Kimia Molekuler BRIN, Prof. Roni Maryana, mengatakan penguatan kolaborasi antara lembaga riset, perguruan tinggi, dan industri menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas serta relevansi penelitian kimia di Indonesia.

“ISAC-ICCME 2026 menjadi momentum penting untuk mempertemukan kepakaran, gagasan, dan hasil penelitian dari berbagai institusi, baik nasional maupun internasional. Melalui forum ini, kami berharap terbangun kolaborasi riset yang lebih kuat dan berkelanjutan, khususnya dalam pengembangan kimia molekuler, katalisis, dan material yang mampu menjawab kebutuhan industri serta tantangan lingkungan,” ujarnya.

Menurut Roni, penelitian kimia perlu menghasilkan manfaat yang melampaui publikasi ilmiah, termasuk membuka peluang pengembangan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Kolaborasi antara peneliti, akademisi, dan industri menjadi kunci agar hasil penelitian dapat terhubung dengan kebutuhan nyata. Dengan mempertemukan keahlian dan sumber daya yang dimiliki masing-masing pihak, kita dapat mendorong pengembangan teknologi dan material yang lebih efisien, ramah lingkungan, serta mendukung pembangunan berkelanjutan,” tambahnya.

ISAC-ICCME 2026 menghadirkan sembilan pembicara utama (keynote speakers) dan sembilan pembicara undangan (invited speakers) dari dalam dan luar negeri. Konferensi ini diikuti lebih dari 146 peserta secara luring dan daring. Berbagai sesi ilmiah membahas perkembangan kimia terapan, katalisis, material, energi terbarukan, serta teknologi proses berkelanjutan.

Selain pertukaran pengetahuan, kegiatan ini juga menjadi wadah penguatan kerja sama kelembagaan. Salah satu agendanya adalah penandatanganan nota kesepahaman serta penjajakan kerja sama BRIN dengan UNDIP, Universitas Brawijaya, dan PT Modiva.

Melalui kolaborasi tersebut, BRIN dan UNDIP berharap pengembangan riset kimia dan material berkelanjutan semakin terhubung dengan kebutuhan industri. Sinergi lintas institusi ini diharapkan membuka peluang penelitian bersama, mempercepat pengembangan inovasi, meningkatkan daya saing industri, serta mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.