Jakarta, GPriority.co.id – Bagi anda yang suka menginap di hotel namun hobi bermain game sekaligus, anda perlu mencoba sensasi menginap di hotel esport.
Saat ini hotel esport semakin populer di seluruh Asia, khususnya di China.
Hotel esport hadir sebagai inovasi yang didorong oleh budaya gaming yang kian berkembang.
Hotel esport menggabungkan sensasi menginap di hotel namun tetap bisa bermain game, untuk para gamers.
Di kota-kota seperti Shenzhen, China, hotel-hotel ini melayani para gamer yang mencari pengalaman imersif dengan fitur-fitur seperti tempat bermain game mewah, kamar seperti asrama, disertai dapur yang lengkap.

Bagi generasi muda, hotel esport dinilai sebagai alternatif yang terjangkau selain kafe dengan fasilitas jaringan internet gratis.
Untuk menginap di hotel esport, pengunjung hanya perlu mengeluarkan kocek mulai dari $14 (sekitar Rp226.844) per malam.
Shenzhen sendiri saat ini dilaporkan memiliki lebih dari 350 hotel esport. Bahkan investasi pasar penginapan esports di China nilainya mencapai $2,7 miliar (sekitar Rp43,7 triliun).
Tren ini meluas ke Asia Tenggara, dimana hotel-hotel beradaptasi untuk memenuhi permintaan para gamers.
Seperti di SEM9 Malaysia yang mengubah hotel tempat menginap menjadi pusat game, sehingga harga sewa huniannya menjadi dua kali lipat.
Sebagai informasi, sektor esport sendiri diakui sebagai mesin pertumbuhan, didukung oleh inisiatif pemerintah dan investasi industri.
Hotel game atau hotel esport tidak hanya menawarkan rekreasi yang terjangkau, tetapi juga memanfaatkan pasar yang menguntungkan yang memadukan pariwisata dan budaya game.
Target Pelanggan Hotel Esport Usia 20-30 Tahun
Menurut sebuah laporan, pemilik hotel esport menargetkan pelanggan pekerja kantoran pria berusia awal 20-an dan 30-an yang suka bermain game.
Hotel esport di China juga menawarkan ratusan judul game untuk dipilih tamu dan dukungan teknis selama 24 jam.
Biasanya hotel esport di China lebih ramai pada akhir pekan. Menurut sebuah laporan, para petugas kebersihan hotel pun sampai kewalahan karena para tamu juga banyak memesan makanan dan menumpuk sampah di dalam kamar hotelnya.
Selain untuk gamers pria, kamar hotel juga tersedia untuk gamers wanita dengan desain yang lebih feminim.

Foto : Booking
