Klub Milik Pengusaha Indonesia, Como 1907 Melaju ke Serie A

Jakarta, GPriority.co.id – Klub milik Michael Hartono dan Robert Budi Hartono, Como 1907 berhasil promosi ke Seria A menemani Parma yg sebelumnya berhasil mengunci tiket promosi ke Serie A. Sementara Venezia, Cremonese, Catanzaro, Palermo, Sampdoria, dan Brescia yang berada di bawah Parma dan Como 1907 masuk ke babak play-off.

Como memastikan promosi ke Serie A setelah mengungguli Venezia dengan selisih dua poin di klasemen akhir. Drama terjadi saat pertandingan terakhir musim reguler, di mana Venezia sempat menggeser Como di klasemen sebelum babak kedua dimulai.

Jay Idzes, pemain timnas Indonesia yang membela Venezia, sempat membawa timnya unggul 1-0, tetapi Como menyamakan kedudukan melalui penalti Simone Verdi, membuat hasil imbang 1-1 yang cukup untuk Como lolos ke Serie A.

Parma sudah mengamankan posisi teratas dan akan bergabung dengan Como dan klub ketiga, yang akan ditentukan melalui babak play-off. Play-off dimulai pada 17 Mei, dengan Palermo melawan Sampdoria, kemudian Catanzaro melawan Brescia pada 18 Mei.

Pemenang antara Palermo vs Sampdoria akan melawan Venezia pada 20 Mei, sementara Catanzaro/Brescia akan melawan Cremonese pada 21 Mei. Semifinal digelar pada 24 dan 25 Mei, sementara promosi ke Serie A diputuskan dalam dua leg Final pada 30 Mei dan 2 Juni.

Como, yang memiliki sejarah panjang dan dikenal sebagai salah satu klub Serie B yang terkemuka, memiliki mantan pemain top seperti Cesc Fabregas sebagai pelatih utama mereka. Como sendiri dimiliki Michael Hartono dan Robert Budi Hartono, pengusaha Indonesia pemilik Grup Djarum.

Ia membeli saham Como 1907 pada tahun 2019 melalui perusahaan SENT Entertainment yang berbasis di Inggris, saat klub ini masih berada di Serie D, sementara Thierry Henry memiliki saham minoritas.

Tidak hanya Hartono Family yang membuat Como dekat dengan Indonesia, mantan penyerang timnas Indonesia Kurniawan Dwi Yulianto juga menjabat sebagai salah satu pelatih di klub ini. Ia menangani tim muda (Primavera) Como.

Penulis: Ahmad Faqih Zuhair

Foto: Calcio England