Jakarta, GPriority.co.id – Pengurus Pusat Pemuda Katolik menegaskan komitmen mereka dalam memberantas judi online di Indonesia. Hal ini disampaikan dalam pertemuan dengan Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, yang berlangsung di Ruang Kerja Menteri Kominfo, Jakarta Pusat, Senin (29/07).
Ketua Umum PP Pemuda Katolik, Stefanus Asat Gusma, menyatakan kesiapan organisasi untuk bekerja sama secara komprehensif dalam memerangi judi online di Indonesia.
“Pemuda Katolik akan melakukan berbagai upaya preventif, seperti sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai dampak negatif judi online,” ujar Stefanus dilansir laman Kominfo, Selasa (30/7).
Stefanus Asat Gusma mengapresiasi kinerja Kementerian Kominfo dalam memberantas judi online.
“Pemuda Katolik mengapresiasi Kementerian Kominfo yang dalam waktu yang singkat mampu memberantas judi online,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa Pemuda Katolik akan menjadi garda depan dalam upaya pencegahan dan penindakan terhadap praktik perjudian daring serta siap bekerja sama dengan pemerintah.
“Pemuda Katolik juga akan proaktif dalam melaporkan segala bentuk aktivitas perjudian online kepada pihak berwajib,” tandasnya.
Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menekankan pentingnya peran aktif organisasi pemuda dalam mengatasi masalah judi online yang semakin kompleks.
“Judi online adalah penipuan terbesar terhadap masyarakat, di mana rakyat ditipu. Banyak yang telah menjadi korban, terjebak utang hingga melakukan pinjaman online. Akibat judi online, ekonomi keluarga hancur, ekonomi masyarakat hancur, ekonomi negara hancur. Jadi tidak ada pilihan selain kita harus berantas judi online dari hulu hingga ke hilir,” jelasnya.
Menkominfo mengapresiasi komitmen Pemuda Katolik dan mengajak organisasi tersebut untuk mendukung pemerintah dalam memberantas judi online.
“Kami membutuhkan dukungan dari seluruh komponen masyarakat, termasuk organisasi pemuda seperti Pemuda Katolik, untuk mengatasi masalah ini. Kami berharap sinergi ini dapat menginspirasi organisasi pemuda lainnya untuk turut serta dalam memerangi judi online,” ujarnya.
Menteri Budi Arie juga menegaskan bahwa keterlibatan organisasi pemuda akan semakin memperkuat upaya pemerintah dalam mengatasi maraknya judi online di Indonesia.
“Sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat seperti Pemuda Katolik sangat penting untuk menciptakan lingkungan digital yang sehat dan aman bagi generasi muda,” katanya.
Hadir dalam audiensi tersebut dari pihak PP Pemuda Katolik antara lain Ketua Bidang OKP & Hubungan Antar Lembaga Robertus Bondan Wicaksono, Ketua Bidang Media dan Komunikasi Publik Yustinus Wuarmanuk, Ketua Bidang Pertahanan dan Hubungan Internasional Julwanri Munte, Wakil Ketua Departemen Konsolidasi Organisasi dan Kaderisasi Ignatius Ari Titahelu, Anggota Departemen Media dan Digitalisasi Program Filipus Reza Pradipta, dan Anggota Pemuda Katolik Komda DKI Jakarta Fransiskus Emilus D. Kadju.
Foto: Kominfo
